:
:
News
Akibat Lockdown, Muslim Selandia Baru Kesulitan Peroleh Daging Halal

gomuslim.co.id – Pemberlakuan lockdown untuk menekan penyebaran COVID-19, mengakibatkan kebutuhan pangan di Selandia Baru menipis. Salah satu produk yang kini sulit dicari umat muslim di sana adalah daging halal.

Dilansir dari publikasi tvnz.co.nz, Senin (30/3/2020), pedagang daging di Auckland, Shafeel Khan mengatakan bahwa pasokan daging halal sudah habis, sehingga Muslim Selandia baru sangat kesulitan mencari daging halal saat ini.

Khan mengatakan sudah seharusnya toko daging dan toko roti ditutup di bawah batasan level empat kepada pelanggannya untuk tidak membeli sebelum lockdown. Dia yakin usahanya akan digolongkan sebagai bisnis yang penting, tetapi dia harus menolak pelanggan setelah adanya kunjungan polisi.

"Kemarin sekitar pukul 01.00 siang seorang petugas polisi datang dan memberi tahu saya bahwa semua pedagang daging digolongkan tidak penting, saya harus segera tutup," kata Khan.

Polisi tersebut merasa sedih karena mendatanginya dan menutup tokonya. "Pada dasarnya apa yang dia katakan kepada saya adalah bahwa saya harus melayani beberapa pelanggan terakhir dan menutup toko sampai pemberitahuan lebih lanjut," jelas dia.

Sementara itu pasar swalayan seperti Countdown tidak menjual daging bersertifikat halal. Muslim Kiwi mengatakan ada sedikit daging halal tersedia di supermarket lain. Namun, beberapa menyebutkan tidak ada jaminan bahwa daging halal supermarket 100 persen halal karena disimpan dan diangkut bersama produk-produk non halal.

 

Baca juga:

Praktisi Kesehatan: Dua Vitamin Ini Ampuh Tangkal Penyebaran COVID-19 

 

Pembeli Auckland, Suster Jannah Pritchard mengatakan Muslim Kiwi terlalu waspada untuk membeli daging dari supermarket, bahkan jika itu tersedia. "Banyak saudara dan saudari di komunitas Muslim saya, mereka tidak akan membeli dari toko rantai besar, mereka ingin membeli dari tempat-tempat yang murni halal," kata dia.

Calon pelanggan lain, Imraan Ali mengatakan sangat penting bagi Muslim untuk mendapatkan daging halal menjelang bulan suci Ramadhan, yang dimulai pada 23 April di Selandia Baru.

"Lockdown bisa diperpanjang, kita akan memasuki bulan Ramadhan yang akan membuat lebih sulit bagi komunitas Muslim. Saya sudah berada di Auckland Barat selama 25 tahun dan tidak pernah membeli daging di supermarket, alasannya adalah kita tahu bahwa 100 persen halal di sini (di tukang daging ini)," ujar Ali.

Sementara menurut Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru, satu-satunya daging yang dapat dikonsumsi Muslim dari supermarket Selandia Baru adalah ikan.(hmz/tvnz/rep)

 

Baca juga:

COVID-19 Melanda, Warga Turki Sembelih Ratusan Domba untuk Bantu Dhuafa

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store