:
:
News
Menag: Kalau Sayang Keluarga di Kampung Halaman, Jangan Mudik 

gomuslim.co.id - Jumlah kasus infeksi virus corona (COVID-19) di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap harinya. Per Senin (30/3/2020) saja, pemerintah mencatat ada 1285 positif corona, 114 diantaranya meninggal dunia dan 64 orang dinyatakan sembuh. Upaya pencegahan penyebaran COVID-19 pun terus dilakukan, salah satunya dengan imbauan untuk tidak pulang kampung (mudik). 

Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau warga yang berada pada wilayah terpapar coronavirus (COVID-19) untuk tidak mudik ke kampung pada tahun ini.  "Kalau sayang orang tua, sayang saudara di kampung, jangan mudik," pesan Menag di Jakarta, Sabtu (28/03/2020). 

Hal ini menurut Menag perlu dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia. Tradisi mudik atau pulang kampung, biasa dilakukan masyarakat Indonesia yang tinggal di luar kampung halamannya pada saat hari besar seperti lebaran.

"Kita berada di sebuah kota, misal Jakarta, yang sudah banyak terpapar COVID-19. Mungkin kita tidak kena (COVID-19) karena punya kekebalan tubuh lebih baik, atau kondisi badan kita sedang sehat. Tapi kalau kita mudik ke kampung, maka benih-benih (virus) yang ada di kita yang tidak membuat kita sakit itu, kita bawa ke kampung," kata Menag. 

 

Baca juga:

Kemenag Anggarkan Rp 300 Miliar Lebih untuk Penanganan COVID-19

 

Sehingga yang terjadi, kata Menag, bisa jadi mereka yang mudik akan menularkan covid19 kepada kerabatnya di Kampung. "Sehingga, kalau kita mudik ke kampung, kita sama saja dengan membawa penyakit untuk ibu, bapak dan saudara kita di sana," imbuhnya. 

"Jadi kalau tadinya niat kita memberikan manfaat, kita pulang yang ada justru memberikan mudlarat, semua menjadi sakit. Orang tua kita sakit dan sebagainya," jelas Menag. 

Di sini Menag berharap kearifan setiap umat beragama untuk menahan diri dan menggunakan akal sehatnya agar tidak mudik selama wabah covid-19 masih melanda Indonesia. "Setiap agama mengajarkan bukan hanya tentang meningkatkan iman dan takwa, tapi juga pentingnya menggunakan akal sehat," ujar Menag. 

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengambil kebijakan memperpanjang masa darurat bencana wabah virus Corona (COVID-19) hingga 29 Mei 2020. Itu artinya kondisi darurat corona berlangsung hingga 5 hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini. (Mr/kemenag)

 

Baca juga"

Penanganan COVID-19, Menag Serahkan Bantuan 2M dan APD ke RS UIN Syarif Hidayatullah

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store