:
:
News
Ulama India Ini Larang Umat Islam Salat di Masjid Sementara Waktu

gomuslim.co.id – Ulama Sunni sekaligus Imam Masjid Aishbagh Eidgan di Lucknow, negara bagian Uttar Pradesh, India, menyerukan kepada umat Muslim untuk melaksanakan salat lima waktu di rumah masing-masing dan tidak di masjid. Seruan tersebut disampaikan oleh Maulana Khalid Rasheed Farangimahali, Rabu (25/3/2020) kemarin.

Ia mengatakan, dalam kondisi krisis corona saat ini, mereka memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat. Karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tetap berdiam di rumah dan melaksanakan salat di rumah masing-masing. 

"Hanya imam dan muadzin (orang yang mengumandangkan adzan) yang akan melaksanakan salat Jumat di masjid. Semua jamaah harus melaksanakan salat dari rumah mereka masing-masing, bahkan pada Jumat, yang diganti salat dzuhur," ujar sang imam seperti dilansir dari publikasi The Times of India, Jumat (27/3/2020).

Imam Maulana menjelaskan, meski di wilayah tersebut sudah diberlakukan lockdown, namun masih ditemukan orang-orang yang berkumpul di masjid-masjid dalam jumlah besar untuk melaksanakan salat. Seperti salah satunya di masjid di Jalan Butler Palace yang terdapat lebih dari 100 orang berkumpul untuk melaksanakan salat sehingga mendorong ulama ini untuk menyerukan imbauan agar beribadah di rumah mereka.

 

Baca juga:

Harap Pandemi Corona Berakhir, Muslim Maroko Ramai-Ramai Doa Bersama dari Balkon Rumah

 

Selain di Lucknow, Imam Masjid Nakhoda di kota Kolkata, Shafique Qasmi, juga meminta umat Muslim di sana untuk melaksanakan salat di rumah. Imbauan itu dikeluarkan guna mencegah penyebaran infeksi COVID-19. "Komite manajemen kami telah menerima pemberitahuan dari pemerintah dan diputuskan bahwa orang-orang akan diimbau untuk melaksanakan salat di rumah," ujar Qasmi.

Meski demikian, ia mengatakan, masjid tersebut tidak akan ditutup dan ibadah akan berlanjut. Menurutnya, adzan akan tetap dikumandangkan dan hanya imam, muadzin, dan khadim yang akan melaksanakan salat di masjid. Sementara masyarakat Muslim diperintahkan untuk melaksanakan salat di rumah.

Sebelumnya, ada ribuan orang melaksanakan salat berjamaah di Masjid Nakhoda setiap hari. Pada saat salat Jumat, jumlah jamaah bahkan mencapai antara 30 ribu-35 ribu. "Kami berada pada titik kritis dan harus mengikuti arahan yang dikeluarkan pemerintah. Tinggal di rumah dan berdoa untuk setiap orang," imbuhnya.

Akhirnya, Pemerintah India pun memutuskan mengkarantina wilayah atau melakukan lockdown seluruh penduduk negara tersebut selama tiga pekan penuh. Kebijakan itu diterapkan di tengah lonjakan kasus virus corona di negara itu.

Perdana Menteri India, Narendra Modi mengatakan, satu-satunya cara menyelamatkan mereka dari virus corona adalah dengan tidak bepergian. Tercatat ada 519 kasus yang dikonfirmasi di India dengan 10 kematian. (mga/TheTimesofIndia)

 

Baca juga:

Dua Penceramah Positif Corona, Kementerian Awqaf Palestina Tutup Masjid-Masjid di Jalur Gaza

Responsive image
Other Article
Responsive image