:
:
News
Hadapi Pandemi COVID-19, Pesantren Al-Aqobah Jombang Terapkan Metode Sekolah Digital 

gomuslim.co.id – Pandemi COVID-19 yang mengharuskan semua aktivitas harus ter-lockdown tidak lantas membuat aktivitas di Pesantren Al-Aqobah Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur terputus. Kegiatan pembelajaran di pesantren masih terus berjalan dengan menerapkan sekolah digital kepada para santrinya.

Pesantren Al-Aqobah sendiri didirikan oleh KH A Junaidi Hidayat. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aqobah, H Akhmad Kanzul Fikri, pesantrennya sudah menerapkan model pembelajaran online. Sehingga saat wabah corona datang pesantren sudah siap secara materi dan santri pun terbiasa.

"Sebelum ada wabah, semua pembelajaran di Aqobah full akses wifi. Di sekolah sudah tanpa kitab fisik, tapi e-book. Di pondok juga ngaji digital, kitab-kitab kuning juga e-book," ujar pria yang akrab disapa Gus Fikri.

Ia menjelaskan, model pembelajaran sekolah digital memang mengharuskan setiap siswa membawa satu laptop. Namun, bagi siswa yang tidak memiliki laptop, maka disediakan komputer dari pondok. Setiap pagi pukul 07.00 WIB laptop para santri pun dibagikan. Sepanjang hari hingga jam 17.00 WIB siswa diizinkan membawa laptop. Setelah itu laptop dikumpulkan kembali di pembina asrama.

"Jadi keuntungannya, saat virus corona datang tidak menganggu proses belajar kita," tambah pria yang juga salah satu pengurus Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jombang ini.

 

Baca juga:

Ingatkan Umat tentang Bahaya Corona, Ketua NU Kota Semarang Ciptakan Syiir COVID-19

 

Khusus untuk menghadapi Covid-19 ini, lanjutnya, Pesantren Aqobah mengambil kebijakan dengan memberi pilihan pada santri. Apakah tetap untuk tinggal di pondok atau pulang ke rumah. Kebijakan ini berdasarkan pertimbangan adanya sebagian wali santri yang nyaman jika putra-putrinya tetap di asrama hingga wabah ini hilang. Namun, bagi yang tetap tinggal di pondok akan tetap dipantau.

Bagi santri yang memilih untuk tetap berada di pesantren, maka diharuskan untuk mengikuti prosedur kesehatan yang ada. Semisal, tidak boleh disambangi dan harus selalu di pesantren kecuali hal penting. Pesantren juga membekali santri dengan hand sanitizer atau gel pembersih tangan. "Kita berikan izin untuk wali santri yang menjemput putra-putrinya hingga dikembalikan awal Juli 2020," paparnya.

Selanjutnya, santri yang di rumah akan tetap lancar belajar melalui sistem sekolah digital ini seperti hari biasanya. Hanya bedanya, saat ini harus diawasi orang tua di rumah.

Baginya, hifzun nafs (menjaga nyawa) lebih diutamakan dari hifzul diin. Semua kegiatan yang berhubungan dengan pihak luar juga dibatasi. Beberapa santri yang berasal dari luar Pulau Jawa masih menetap di asrama. "Kita sebenarnya sejak setahun terakhir sudah menerapkan sekolah digital. Belajar menggunakan laptop. Jadi saat ada masalah kayak begini tidak terlalu sulit beradaptasi," pungkasnya. (mga/NUOnline)

 

Baca juga:

LBM PBNU: Pasien Covid-19 yang Wafat Termasuk Golongan Syahid

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store