Responsive image
Responsive image
Home / News
Responsive image
25 Mar 2020

Konfirmasi Kematian Pertama COVID-19, Saudi Larang Warganya Lakukan Pertemuan Kecil

Mega  - News
Responsive image

gomuslim.co.id – Otoritas Kesehatan Saudi mendesak warganya untuk menghindari pertemuan, bahkan pertemuan kecil yang dapat menjadi potensi penyebaran virus corona (COVID-19) yang kini sangat berbahaya.

Peringatan itu datang ketika Kerajaan melaporkan kematian pertama dari seorang warga Afghanistan berusia 51 tahun di Madinah dan 205 kasus infeksi baru yan menjadi lompatan harian tunggal terbesar sejak dimulainya wabah.

Juru bicara Kementerian Kesehatan, Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mendesak orang untuk tinggal di dalam rumah selama mungkin untuk membantu upaya Kerajaan untuk memperlambat penyebaran COVID-19.

“Kami mendesak semua orang untuk menjauh dari pertemuan, apakah pertemuan ini jumlahnya terbatas atau tidak. Tentu saja, mengumpulkan dalam jumlah yang lebih besar tidak diragukan lagi sangat berbahaya, tetapi bahkan dalam jumlah terbatas di dalam rumah atau di luar rumah sangat berbahaya dan kami memperingatkan semua orang yang berkumpul,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Arab News, Rabu (25/3/2020).

 

Baca juga:

Arab Saudi Buka Peluang 'Pembebasan Hukuman' bagi Jemaah Lampaui Visa Umrah

 

Berbicara pada konferensi pers harian tentang krisis kesehatan, Al-Aly menunjukkan bahwa jumlah kasus infeksi yang dilaporkan di seluruh dunia masih meningkat, seperti halnya kematian.

Dari 205 kasus yang baru terdaftar di Arab Saudi, lebih dari setengah (119) telah dikaitkan dengan perjalanan dan orang-orang yang datang ke negara itu dari luar negeri, katanya, menambahkan bahwa semua individu berada dalam isolasi.

"Fakta ini memberikan pentingnya langkah pencegahan dini untuk mengisolasi kasus secara sehat sejak mereka masuk ke Arab Saudi, dan dengan demikian munculnya kasus-kasus ini, dikendalikan dan dipantau secara proaktif," ungkapnya.

Sebelumnya, sejumlah pejabat pun mengungkapkan rincian kota baru dan mengumumkan kasus-kasus di Kerajaan soal COVID-19. Didapati, wilayah Jeddah menjadi lokasi tertinggi dengan 82 kasus, Riyadh (69), Al-Baha (12), Bisha (8), Najran (8), Abha (6), Dammam (6) ), Qatif (6), Jazan (3), Alkhobar (2), Dhahran (2) dan Madinah (1). (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Bantu Perangi Corona, Hotel-Hotel di Makkah Tawarkan Diri Jadi Unit Isolasi

Responsive image
BACA JUGA
Responsive image
Responsive image
Responsive image
Responsive image
Responsive image
Responsive image
KOMENTAR
Responsive image
TULIS KOMENTAR
Kode Acak

*Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka

Responsive image
Responsive image