:
:
News
Cegah Penyebaran COVID-19, Tokoh Agama Maluku Sepakat Tiadakan Kegiatan Keagamaan

gomuslim.co.id – Penyebaran COVID-19 yang semakin meluas, membuat sejumlah daerah menghentikan segala kegiatan yang bersifat kumpul. Salah satunya seperti di Maluku. Baru-baru ini, kalangan tokoh agama Maluku sepakat meniadakan kegiatan keagamaan.

Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Djamaludin Bugis mengatakan, untuk mencegah penyebaran COVID-19, masing-masing pimpinan organisasi keagamaan akan mengeluarkan instruksi tentang peniadaan sementara seluruh kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang kepada komunitas agama masing-masing.

"Seluruh tokoh agama agama telah bersepakat meniadakan sementara semua bentuk kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak umat untuk jangka waktu tidak tentu," kata Djamaludin Bugis, di Ambon, Selasa (24/3/2020).

Katanya, Keputusan meniadakan kegiatan keagamaan tersebut untuk membatasi pertemuan warga dalam jumlah besar, sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan dan penyebaran COVID-19 di Maluku.

“Seluruh umat beragama diimbau untuk melaksanakan ibadah rutin, misalnya salat, ibadah minggu, dan lainnya di rumah masing-masing, di mana teknis pelaksanaannya akan diatur oleh pimpinan agama masing-masing,” terangnya.

 

Baca juga:

Bahas Fatwa Lanjutan Corona, MUI Undang Guru Besar Kesehatan

 

Dia berharap, seluruh umat beragama di Maluku memahami dan menaati keputusan bersama tersebut, sehingga dapat terhindar dari penyebaran COVID-19 yang telah menjadi pandemi global tersebut.

"Menindaklanjuti Surat Edaran Dirjen Bimas Islam maka untuk sementara pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) termasuk balai nikah KUA Kecamatan, ditiadakan terhitung sejak 23 Maret 2020," katanya.

Begitu juga perkawinan umat beragama lain di Dinas Catatan Sipil telah dikeluarkan imbauan untuk dibicarakan dengan pimpinan umat masing-masing.

Djamaludin Bugis juga menambahkan pelaksanaan umrah juga untuk sementara dihentikan atau ditunda berdasarkan kebijakan pemerintah Arab Saudi, karena mempertimbangkan keselamatan umat dalam pelaksanaan ibadah.

Menyangkut pelaksanaan ibadah haji pada 2020, Kementerian Agama tetap melakukan persiapan, namun sambil mengikuti perkembangan hingga empat bulan ke depan serta merujuk pada kebijakan dan keputusan pemerintah Arab Saudi.

Satu pasien dikarantina di RSUD dr. Haulussy Kota Ambon, Provinsi Maluku dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19.

Untuk diketahui, kesepakatan itu diambil setelah Kanwil Kemenag Maluku memfasilitasi pertemuan tokoh lintas agama yang dihadiri Ketua MUI Maluku, Ketua BPH Sinode GPM, Keuskupan Amboina, PGI, Walubi, dan PHDI yang berlangsung di Ambon, Senin (23/3).

Kemudian, bentuk agenda keagamaan yang bersifat kumpul seperti Isra Miraj yang jatuh pada 22 Maret, Nyepi pada 25 Maret, Jumat Agung pada 10 April, dan perayaan Paskah pada 12 April, maupun Bulan Suci Ramadhan, juga diputuskan untuk dilaksanakan di rumah masing-masing dan tidak dalam bentuk pengumpulan jamaah. (hmz/antara)

 

Baca juga:

Corona Merebak, Puluhan Ribu Muslim di Bangladesh Justru Gelar Doa Bersama

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store