:
:
News
Tutup Sementara Karena COVID-19, Otoritas Mesir Semprot Disinfektan di Museum 

gomuslim.co.id - Kekhawatiran masyarakat di sejumlah Negara terhadap penyebaran virus corona (COVID-19) terus meningkat. Beragam upaya dilakukan demi menekan penyebaran virus ini. Salah satunya dengan menyemprotkan disinfektan. Hal ini pun dilakukan di Museum yang terkenal di Kairo, Mesir, Senin (23/3/2020).

Dilansir dari Arab News, Selasa (24/3/20), tim pembersih mengenakan mantel putih, sarung tangan, dan masker menyemprotkan disinfektan ke seluruh aula museum yang luas. Museum ini merupakan rumah bagi ribuan relik berharga yang mencakup era prasejarah Mesir hingga zaman Romawi. Museum ini juga menyimpan benda-benda berharga dari putra dinasti Mesir ke-18, Tutankhamun, termasuk topeng emasnya, kereta dan takhta.

 

Baca juga:

Pemandangan Langka, Gerombolan Burung Kelilingi Kakbah Saat Corona Mewabah

 

Berlokasi di Tahrir Square yang ikonis di Kairo, museum ini telah lama menjadi daya tarik utama para wisatawan. "Museum telah diperintahkan ditutup mulai hari Senin (23/3) hingga 31 Maret mendatang. Kami memulai operasi pembersihan pada permukaan yang terbuka," ujar Direktur Museum, Sabah Sediq, .

Sejumlah artefak disimpan di belakang vitrines kaca yang terkunci saat para staf melanjutkan prosedur disinfeksi. "Kami akan menggunakan bahan khusus yang dirancang untuk membersihkan dan melindungi artefak di laboratorium restorasi," kata Sediq.

Ia mengatakan, operasi pembersihan serupa juga harus dilakukan di situs arkeologi dan museum di seluruh Mesir untuk menjaga dari bahanya pandemi COVID-19.

Sebelumnya, Kementerian Barang Antik Mesir menyebutkan bahwa disinfeksi dan sterilisasi telah dilakukan di berbagai situs kuno termasuk bangunan bawah tanah Kom al-Shoqafa dan kolom kemenangan Romawi "Pompey's Pillar" di pantai kota Alexandria. Operasi pembersihan juga dilakukan di hotel dekat laut dan bandara, stasiun kota dan situs lainnya di seluruh Mesir.

 

Baca juga:

Karena COVID-19, Raja Salman Berlakukan Jam Malam di Arab Saudi Selama Tiga Pekan

 

Sejauh ini, Kementerian Kesehatan Mesir telah mengumumkan 14 kematian dari 327 kasus penyakit COVID-19 yang dikonfirmasi. Pihak berwenang telah memberlakukan tindakan tegas untuk membatasi interaksi sosial di negara berpenduduk 100 juta jiwa itu. 

Beberapa kebijakan tersebut diantaranya menutup sekolah dan universitas, serta meminta kafe, restoran, klub olahraga, dan mal untuk tutup pada pukul 19.00 malam. Bahkan lalu lintas udara dihentikan sejak Kamis pekan lalu hingga akhir Maret mendatang.

Selain itu, otoritas agama Mesir telah menutup semua masjid dan gereja dan melarang melakukan salat berjamaah setidaknya selama dua minggu ke depan. (Mr/arabnews)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store