:
:
News
Dosen Kristen Amerika Ini Puji Nasihat Nabi Muhammad Soal Karantina di Tengah Wabah Penyakit

gomuslim.co.id - Nasihat-nasihat Nabi Muhammad SAW terkait pengendalian wabah seperti virus corona dianggap baik dan cocok. Hal ini juga diakui oleh dosen sosiologi di Rice University Houston di Texas, Dr. Craig Considine. 

“Pakar imunologi seperti dr. Anthony Fauci dan reporter medis dr. Sanjay Gupta mengatakan, bahwa kebersihan diri, karantina, atau praktik mengisolasi diri dari orang lain dengan harapan mencegah penyebaran penyakit menular adalah cara paling efektif untuk mengatasi penyebaran Covid-19,” tulisnya di laman Newsweek, Selasa (17/3/20) lalu.

Dr. Craig yang merupakan seorang kristiani Amerika keturunan Irlandia-Italia ini, mengutip salah satu hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari -Muslim tentang upaya karantina atau isolasi diri di tengah wabah virus yang mengancam. "Apakah Anda tahu siapa yang menyarankan kebersihan dan karantina yang baik selama pandemi? Muhammad, nabi umat Islam, sudah mengajarkan itu lebih dari 1.300 tahun yang lalu," katanya.

 

Baca juga:

Tidak Hanya Sekarang, Lockdown Ternyata Pernah Diterapkan pada Zaman Nabi Muhammad SAW

 

Menurutnya, walaupun Nabi Muhammad sama sekali bukan ahli "tradisional" dalam hal penyakit mematikan, Muhammad tetap memiliki nasihat yang bagus untuk mencegah dan memerangi perkembangan seperti COVID-19.

Ia pun merujuk pada sebuah hadis, terkait sikap seorang dalam menghadapi wabah penyakit berbahaya. Sebagaimana yang disabdakan Nabi Shallallahu’Alaihi wa Salam berikut ini.


إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari).

Ia juga mengutip hadis Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam yang memerintahkan manusia untuk menjauhi orang-orang yang terkena penyakit dari orang-orang yang sehat. “Muhammad memotivasi manusia untuk menjalani praktik hidup higienis yang akan membuat mereka terhindar dari berbagai infeksi,” kata Craig

Craig juga merujuk hadis Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam tentang kesucian sebagaian dari iman. Seperti mencuci tangan ketika bangun tidur, sebelum dan setelah makan. “Bagaimana jika seseorang jatuh sakit? Nasihat apa yang disampaikan Muhammad kepadanya?” kata Craig.

Bahkan, Nabi Muhammad juga memerintahkan orang-orang untuk mencari perawatan medis dan berobat. Sebab, Tuhan tidak pernah menurunkan penyakit tanpa menetapkan obatnya, selain satu penyakit yaitu usia tua.

Craig melanjutkan, dalam beberapa minggu terakhir ini, tak sedikit orang yang menyarankan untuk berdoa. Sebab, doa merupakan cara lebih baik untuk menjauhkan diri dari virus dibanding melakukan social distancing atau karantina.

“Bagaimana pendapat Nabi Muhammad terhadap sikap seseorang yang mengatakan doa adalah satu-satunya cara untuk menjauhkan diri dari penyakit dibandingkan obat?” tutur Craig.

Menurut analoginya dengan kisah Nabi Muhammad bersama seorang Arab Badui yang bertanya kepada beliau tentang tawakal. Disebutkan, orang Badui tersebut sedang menunggangi untanya. Sebagaimana hadis nabi Muhammad SAW:


قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعْقِلُهَا وَأَتَوَكَّلُ أَوْ أُطْلِقُهَا وَأَتَوَكَّلُ قَالَ ‏ "‏ اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ ‏"‏

Artinya: Anas bin Malik menceritakan seorang laki-laki yang berkata, "Ya Rasulullah SAW, apakah aku harus mengikat untaku dan bertawakal pada Allah SWT atau melepaskannya dan bertawakal pada Allah SWT?" Rasulullah SAW berkata, "Ikat untamu dan bertawakal pada Allah SWT." (HR At-Tirmidzi).

 

Baca juga:

Ini Fatwa Al Azhar Mesir tentang Tata Cara Memandikan, Mengkafani dan Mensalatkan Jenazah Korban Virus Corona

 

Nabi Muhammad justru mendorong manusia untuk mencari petunjuk dalam agama mereka. Namun, beliau juga berharap agar mereka juga bisa mengambil langkah-langkah pencegahan dasar stabilitas, keamanan dan kesejahteraan semua orang. Atau dengan kata lain, beliau berharap semua orang menggunakan akal sehat mereka.

Untuk diketahui, Craig Considine adalah seorang Kristiani Amerika keturunan Irlandia dan Italia. Sebagai seorang sosiolog, ia banyak menulis tentang Islam, Kristen, antaragama, ras dan etnis.

Craig memegang gelar PhD dari Trinity College, University of Dublin (Irlandia), gelar MSc dari Royal Holloway, University of London (Inggris), dan gelar BA dari American University (Washington, DC).

Craig adalah penduduk Needham, Massachusetts, Amerika Serikat. Ia salah seorang guru besar di Departemen Sosiologi di Rice University, Houston, Texas. (Mr/fin/Newsweek)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store