:
:
News
Tertua Kedua, Masjid Perth Sudah 120 Tahun Layani Muslim Australia

gomuslim.co.id - Muslim telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun. Jumlah mereka sekarang mencapai 2,2 persen dari total 24 juta penduduknya berdasarkan sensus tahun 2016.

Muslim di Australia kebanyakan datang dari India, Mesir, Turki, dan Afghanistan. Selama beberapa dekade, banyak Muslim melaksanakan salat hanya di rumah atau masjid darurat.

Masjid Perth kemudian berdiri 120 tahun yang lalu untuk melayani komunitas Muslim Australia. Tempat ibadah ini menjadi masjid tertua kedua yang masih beroperasi di Negeri Kanguru.

"Identitas Muslim mereka dipererat di Masjid Perth dan masjid-masjid yang mereka bangun di pedalaman terpencil," kata Saad Khalid, wartawan dan pembuat film seperti dilansir dari publikasi The National, Sabtu (21/3/2020).

Mimpi mendirikan masjid menjadi kenyataan saat Hassan Musa Khan tiba di Australia dari Karachi, India pada tahun 1896. Dia adalah tokoh terkemuka di komunitas Muslim Australia awal.

Dia merupakan keponakan Khan Bahadur Moradkhan, pemasok unta Asia Selatan pertama ke Australia. Khan Bahadur saat itu bertugas sebagai penengah dalam kasus pengadilan penting tahun 1899 yang melibatkan impor unta ke Australia Barat.

Hasan Musa Khan mendirikan toko buku lalu mendirikan masjid Perth pada tahun 1904. Dia rela membuang energinya selama dua tahun agar bangunan masjid selesai. Sebelum itu, umat Islam di Perth biasanya hanya salat di rumah atau berkumpul di jamaah informal.

 

Baca juga:

Pertama di Queensland Australia, Kepanduan Muslim Ini Berdayakan Kaum Muda

 

Komunitas Muslim Berkembang

Saat ini, Masjid Perth sudah melayani sekitar 500 orang pada salat Jumat. Sementara pada salat di hari-hari biasa, ada 100 orang yang berkunjung.

Imam Masjid Perth, Mohammed Shakeeb, mengatakan Masjid Perth benar-benar menjadi bagian sentral dari masyarakat karena selalu digunakan.

“Itu adalah satu-satunya masjid untuk waktu yang lama [dan] ada banyak kenangan masyarakat yang melekat padanya. Tumbuh sebagai anak kecil, Anda akan pergi ke kota untuk pergi ke masjid," tuturnya.

Masjid ini juga berfungsi sebagai pusat kegiatan umat Islam dari seluruh kota.

“Ini adalah tempat yang bagus untuk orang-orang yang bekerja atau hanya sekadar numpang bagi pengemudi taksi, pengemudi uber atau pengantar makanan. Kami memiliki sepuluh sepeda yang terkunci di sini, saya harus mengatakan 'ini adalah tempat ibadah, bukan tempat pemberhentian',” ucap Shakeeb seraya tertawa.

Menurut sensus 2016, hampir 50.000 Muslim sekarang tinggal di Perth atau delapan persen dari populasi Muslim Australia. (jms/thenational/aboutislam)

 

Baca juga:

Perluas Jaringan, Komunitas Muslim Indonesia di Australia dan Selandia Baru Gelar Muktamar

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store