:
:
News
Perangi Corona, Raja Yordania Umumkan Keadaan Darurat Nasional

gomuslim.co.id – Sebagai langkah memerangi penyebaran wabah virus corona atau COVID-19, Raja Yordania Abdullah menyetujui undang-undang yang memberi pemerintah wewenang luas untuk menetapkan keadaan darurat sejak Selasa (17/3/2020) lalu.

Berdasarkan perintah kerajaan tersebut, Perdana Menteri Omar Razzaz mendapat wewenang luar biasa untuk menerapkan jam malam, menutup kegiatan bisnis dan membatasi pergerakan masyarakat. Perintah itu didasarkan atas undang-undang pertahanan yang diberlakukan pada masa perang dan bencana.

Melalui surat yang diberikan kepada Menteri Razzaz, raja mengatakan bahwa dia menyetujui pemberlakuan hukum untuk membantu memerangi virus, tanpa melanggar hak-hak politik dan sipil warga negara. "Kesehatan para warga Yordania adalah hal suci dan lebih penting dari segalanya," tulis raja seperti dilansir dari publikasi Reuters, Kamis (19/3/2020).

 

Baca juga:

Maksimalkan Pencegahan Corona, Otoritas Tutup Masjid Al-Aqsa dan Golden Dome

 

Yordania sebelumnya telah mengumumkan lockdown mulai Rabu (18/3/2020) kemarin untuk memerangi wabah virus Corona. Semua warga diperintahkan tinggal di rumah masing-masing kecuali ada keperluan darurat. Pemerintah juga melarang perjalanan lintas provinsi.

Selain itu Yordania juga telah mencatat ada 34 pengidap Corona di negara tersebut. Meski demikan, sejauh ini tidak ada orang yang meninggal akibat virus yang telah merenggut ribuan nyawa diseluruh dunia. Sejumlah pasukan juga telah ditempatkan di pintu-pintu masuk kota untuk membantu pelaksanaan perintah ketika mulai diberlakukan sehari setelahnya.

Undang-undang itu disebut akan memberi wewenang luas bagi pasukan keamanan di kerajaan itu untuk mengendalikan pergerakan. Kerajaan juga telah memerintahkan penutupan toko-toko serta perbatasan untuk menghentikan penyebaran virus Corona. "Kami tidak akan bersikap lunak dalam menegakkan hukum," ujar Menteri Dalam Negeri, Salamah Hamad.

Tak hanya itu, Yordania juga telah menutup penyeberangan perbatasan darat dan laut dengan Suriah, Irak, Mesir dan Israel, juga menangguhkan semua penerbangan masuk dan keluar. Hanya penerbangan kargo dan pengiriman barang komersial lewat darat yang diizinkan masuk ke dan keluar dari negara itu.(mga/Reuters)

 

Baca juga:

Sekjen Liga Muslim Dunia: Penutupan Masjid Selama Pandemi Corona Sesuai Syariat Islam

Responsive image
Other Article
Responsive image