:
:
News
Tekan Penyebaran COVID-19, Saudi Liburkan Karyawan Swasta Selama 15 Hari

gomuslim.co.id – Pemerintah Arab Saudi meminta para pengusaha di sektor bisnis swasta menerapkan kebijakan kerja dari rumah untuk semua karyawan selama 15 hari, Rabu (18/3/2020). Langkah ini dilakukan demi menekan penyebaran virus Corona (COVID-19) di Kerajaan. 

Kementerian Tenaga Kerja Saudi meminta pelaku usaha untuk menutup kantor, mengurangi jumlah pegawai masuk di kantor cabang, serta menjalankan langkah pencegahan dengan membatasi kontak fisik antar karyawan, serta memantau adanya gejala penyakit pada seluruh pekerja.

Dilansir dari publikasi Arab News, Rabu (18/03/2020), bisnis yang mengharuskan staf hadir secara fisik agar terus beroperasi, termasuk yang berada di sektor vital atau sensitif seperti listrik, air dan komunikasi, harus mengurangi jumlah pekerja di kantor mereka seminimal mungkin. Kerajaan hanya mengizinkan tidak lebih dari 40 persen dari jumlah total staf untuk datang ke kantor.

Dalam kasus seperti itu, tindakan pencegahan yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan harus diikuti. Di kantor, dan akomodasi staf, dengan lebih dari 50 pekerja, area di pintu masuk harus disediakan pengecekan suhu dan pemeriksaan gejala.

Selain itu, Pemerintah Saudi juga meminta para pengusaha menyampaikan kepada para pegawainya untuk melaporkan gejala apa pun yang terjadi seperti suhu tinggi, batuk atau sesak napas kepada petugas. Apabila adanya yang teridentifikasi dan memungkinkan pegawai harus mengikuti prosedur karantina yang telah menjadi peraturan Pemerintah pusat, pimpinan perusahaan harus tegas meminta karyawannya untuk mau ikut peraturan Pemerintah Saudi.

Di dalam kantor, jumlah ruang yang aman antara karyawan harus dijaga setiap saat. Wanita hamil dan ibu baru, orang yang menderita penyakit pernafasan, mereka yang memiliki masalah sistem kekebalan tubuh atau kondisi kronis, pasien kanker dan karyawan di atas usia 55 tahun harus diberikan 14 hari cuti wajib yang tidak akan dikurangkan dari hak tahunan.

Bisnis yang dikecualikan dari langkah-langkah baru ini termasuk apotek dan supermarket, dan pemasoknya. Organisasi sektor swasta yang menyediakan layanan kepada lembaga pemerintah harus menghubungi mereka sebelum menangguhkan kehadiran di tempat kerja. Bisnis lain apa pun yang menganggap mustahil untuk beroperasi dengan hanya 40 persen staf di tempat kerja harus mengajukan permintaan pengecualian kepada otoritas yang mengawasinya.

 

Baca juga:

Ini Imbauan Persatuan Ulama Muslim Dunia Terkait Pelaksanaan Ibadah di Wilayah Terpapar Corona

 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan aplikasi pedoman kesadaran corona virus untuk warga dan penduduk dalam tujuh bahasa berbeda. Aplikasi itu nantinya akan menjelaskan tindakan pencegahan apa yang harus diambil dan risiko gagal mengikuti saran resmi.

Panduan ini tersedia secara online dalam tujuh Bahasa seperti bahasa Arab, Filipina, Urdu, Inggris, Prancis, Rusia dan Portugis.

Aplikasi Ini juga termasuk pengantar tentang corona virus baru, metode penularan, gejala, cara mencuci tangan yang benar, cara meningkatkan peluang Anda untuk tidak tertular virus, dan penjelasan perilaku yang harus dihindari.

Dalam aplikasi itu juga berisi saran tentang apa yang harus dilakukan jika adanya pengembangan gejala coronavirus. Juga adanya perintah kapan menggunakan maskes dan cara yang benar dalam memakainya, serta bagaimana dan kapan harus mengisolasi sendiri. (hmz/arabnews)

 

Baca juga:

Arab Saudi Tutup Mal dan Restoran untuk Cegah Penyebaran Corona

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store