:
:
News
Ini Imbauan Persatuan Ulama Muslim Dunia Terkait Pelaksanaan Ibadah di Wilayah Terpapar Corona

gomuslim.co.id – Cendekiawan Muslim terkenal asal Mesir, Yusuf al-Qaradawi, menyerukan agar masjid-masjid di seluruh dunia menangguhkan penyelenggaraan salat jamaah dan salat Jumat khususnya di wilayah terpapar Corona. Seruan ini sebagai bagian dari upaya pencegahan untuk menghentikan penyebaran virus COVID-19.

Dilansir dari publikasi Al Jazeera, Rabu (18/3/2020), imbauan tersebut juga disampaikan Persatuan Ulama Muslim Dunia atau International Union of Muslim Scholars (IUMS). Pendirian IUMS, yang menyatukan puluhan ribu cendekiawan Muslim di seluruh dunia, hadir ketika beberapa Negara menghentikan pertemuan keagamaan. Anjuran ini berlaku hingga penyebaran virus Corona dapat diatasi dan bahayanya telah terlewati.

“Persatuan Ulama Dunia menghimbau seluruh kaum muslimin untuk tidak menunaikan shalat Jumat dan shalat berjamaah di negara yang mulai terjadi wabah dan menjadi sumber yang mengkhawatirkan berdasarkan laporan medis yang dapat dipercaya oleh negara tersebut ,” demikian isi seruan IUMS dalam fatwanya terkait Corona seperti dikutip web resminya.

 

Baca juga:

Ini Fatwa MUI tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Wabah Corona

 

IUMS menyebutkan sejumlah dalil berikut sebagai alasan penerbitan fatwa:

1. Firman Allah SWT: “Dan janganlah kalian jatuhkan diri kalian dalam kebinasaan dengan tangan kalian sendiri. Dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS Al Baqarah: 195)

2. Sabda Rasulullaah shallallahu’alaihi wa sallam, “Tidak boleh ada bahaya dan sesuatu yang menyebabkan bahaya.”

3. Hadits Rasulullah shallaahu’alaihi wa sallam, “Barang siapa yang memakan tanaman ini (bawang), janganlah ia mendekati masjid kami.

Hadits terakhir, lanjutnya, bahkan menegaskan larangan untuk shalat berjamaah terhadap orang yang memiliki bau yang dapat mengganggu orang lain.

Sementara itu, Dewan Ulama Besar Arab Saudi (DUBS) juga menerbitkan fatwa serupa yang berisi keringanan untuk tidak salat Jumat dan salat berjamaah bagi umat Islam yang khawatir terkena virus atau menularkannya.

Pada poin lain dalam fatwa yang diterbitkan dengan nomor 246/16/ Rajab/ 1447 H, DUBS melarang siapa saja yang positif terinfeksi virus untuk menunaikan salat Jumat dan salat jamaah. Selain itu, siapa saja yang diwajibkan untuk melakukan karantina oleh pihak berwenang akan ia harus mematuhi keputusan tersebut. (hmz/iums/mina/freemalaysia)

 

Baca juga:

Ustadz Adi Hidayat Minta MUI Keluarkan Panduan Ibadah Antisipasi Wabah COVID-19

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store