:
:
News
Muhammadiyah Tunjuk dr. Corona Jadi Ketua Tim Pembasmi Virus Corona

gomuslim.co.id – Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah memperkenalkan dr. Corona, seorang dokter yang akan memimpin tim pembasmi virus corona baru atau COVID-19 dari Muhammadiyah. Meski namanya mirip dengan nama virus tersebut, namun dokter yang memiliki nama lengkap Corona Rintawan itu mengaku namanya tak merujuk pada virus yang berasal dari Wuhan, China.

Menurut pengakuannya, nama itu diberikan oleh orang tuanya karena Corona berarti mahkota atau crown. "Nama Corona itu artinya crown, mahkota, bagus [artinya]," ujar dr. Corona Rintawan di Jakarta, dalam keterangannya yang diterima, Kamis (12/3/2020).

Ia juga mengatakan bahwa kesamaan nama itu hanya kebetulan semata. Ia pun didapuk oleh Muhammadiyah sebagai ketua tim penanganan virus Corona bukan karena namanya mirip melainkan karena memang memiliki keahlian yang mumpuni.

 

Baca juga:

Muhammadiyah Siap Bantu Pemerintah Tanggulangi COVID-19

 

Sebelumnya, Muhammadiyah Siapkan 20 Rumah Sakit untuk Tangani Pasien Corona. Organisasi Islam Muhammadiyah ini tengah menyiapkan 20 rumah sakit yang berada di bawah naungannya untuk menangani pasien Virus Corona atau Covid-19.

Ketua Tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center, Corona Rintawan mengatakan sebanyak 20 rumah sakit tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Saat ini kita siapkan dua puluh. Tapi sambil dua puluh itu kita selalu juga mengidentifikasi RS Muhammadiyah lainnya," ujar Corona di Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dokter Spesialis Emergency dari Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Lamongan itu menjelaskan, 20 rumah sakit tersebut hanya menangani pasien dalam pengawasan (PDP).

Namun tidak menutup kemungkinan rumah sakit itu bakal menangani pasien yang positif terinfeksi Virus Corona, jika semua rumah sakit rujukan dari pemerintah sudah penuh. Muhammadiyah, kata Corona, terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait penanganan Covid-19.

"Memang kita batasi sampai tahap PDP kecuali ada hal-hal lain di luar itu. Misalnya Rumah Sakit rujukan penuh tidak bisa menerima pasien lagi, ya otomatis ya kita tidak bisa membuang pasien tersebut kan. Kita mungkin akan merawat sampai tahap itu, tapi sampai saat ini belum ada. Kita terus berkoordinasi dengan pemerintah. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kejadian," pungkasnya. (hmz/muhammadiyah/dbs)

 

Baca juga:

Darurat Corona, Din Syamsuddin Minta Pemerintah Perketat Akses WNA Masuk Indonesia

Responsive image
Other Article
Responsive image