:
:
News
Mantan Dubes Iran Minta Perhatian Badan Internasional terkait Insiden Muslim India

gomuslim.co.id – Mantan Duta Besar (Dubes) Iran untuk India, Alireza Sheikhattar menyerukan negaranya untuk protes keras terhadap Perdana Menteri India, Narendra Modi atas kekerasan terhadap warga Muslim India. Ia menilai selama ini Modi abai atas kekerasan yang dialami umat Muslim di wilayah tersebut.

Alireza pun mendesak para pejabat Iran untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan yang dipimpin Modi tersebut melalui badan internasional guna menghentikan aksi kekerasan mereka terhadap kaum muslim di India. "Kasus ini harus diikuti dengan badan internasional," ujar Alireza Sheikhattar seperti dikutip dari publikasi MEHR News, Kamis (5/3/2020).

 

Baca juga:

Komunitas Ini Bersatu Bantu Korban Kekerasan Muslim India



Permintaan untuk menekan Modi tersebut merujuk pada keputusan Presiden India atas pembatalan hukum tentang Kashmir sebagai sebuah pengakuan terhadap apa yang terjadi melawan kaum muslim di India.

Menurut catatan Alireza, dikatakan bahwa ada perbedaan mendasar antara Islam dan Hinduisme dengan para pengikutnya yang berkata, "Pembantaian kaum muslim tidak manusiawi dan tidak akan ada bedanya jika kita adalah republik Islam atau sebuah lembaga sekuler, kita harus menentangnya,” tegasnya.

Dalam sebuah tweet yang dirilis pada tanggal 2 Maret 2020 lalu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menulis bahwa Iran mengutuk gelombang kekerasan terorganisasi terhadap kaum Muslim India. Meski selama berabad-abad, Iran menjadi sahabat India.

"Kami mendorong otoritas India untuk memastikan kesejahteraan semua orang india dan tidak membiarkan pertumpahan darah yang tidak masuk akal menang. Jalan ke depan terletak pada dialog damai dan aturan hukum," tulis Zarif

Atas seruan itu, Menteri Luar Negeri India memanggil duta besar Iran, Ali Chegeni setelah Menteri Luar Negeri Iran mengecam "aksi kekerasan terorganisasi" terhadap kaum muslim India. Menteri luar negeri India pun mengirimkan permohonan kepada duta besar Iran, dan menyampaikan bahwa pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif sama sekali tidak beralasan dan tidak dapat diterima.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa Iran prihatin dengan apa yang terjadi di India sebagai reaksi terhadap letusan kekerasan terhadap kaum muslim baru-baru ini di India.

Kekerasan meletus di India menyusul aksi protes menentang undang-undang kewarganegaraan yang kontroversial. Sedikitnya 46 orang, sebagian besar muslim, tewas terbunuh bersama lebih dari 200 orang lainnya terluka. Disahkan pada desember 2019, undang-undang membuka jalur khusus untuk kewarganegaraan India bagi para migran dari hampir semua agama Asia Selatan kenamaan kecuali Islam. (mga/MEHRNews)

 

Baca juga:

ACT Siap Kirim Ratusan Ton Bantuan Pangan dan Medis untuk Muslim India

Responsive image
Other Article
Responsive image