:
:
News
Jelang Ramadhan, Pemerintah UEA Turunkan Harga Makanan Hingga 60 Persen

gomuslim.co.id – Menjelang bulan suci Ramadhan 1441 H, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui Kementerian Ekonomi menurunkan harga jual sekitar 5.000 jenis makanan dan barang-barang konsumsi lainnya mulai dari 25 persen hingga 60 persen. Upaya ini sebagai bagian dari inisiatif baru yang dilakukan oleh Kementerian Ekonomi.

Pengurangan harga tersebut akan berlaku sepanjang Maret 2020. Potongan harga tersebut diumumkan Kementerian Ekonomi UEA selama Konferensi Hari Perlindungan Konsumen Teluk ke-15 yang diadakan di Dubai baru-baru ini.

Direktur Departemen Daya Saing dan Perlindungan Konsumen di Kementerian Ekonomi, Hashim Al Nuaimi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan gerai ritel besar dan koperasi untuk mengimplementasikan inisiatif ini. "Potongan harga akan mencakup kebutuhan dasar komoditas untuk mendukung stabilitas harga. Selain itu, sebagai upaya memberikan peluang bagi konsumen mendapatkan kebutuhan mereka dengan harga lebih rendah," ujar Hashim Al Nuaimi seperti dilansir dari publikasi Khaleej Times, Rabu (4/3/2020).

Di sela-sela konferensi bertajuk 'Menuju pengalaman belanja elektronik yang aman untuk Konsumen' tersebut, Al Nuaimi juga menjelaskan, setelah implementasi inisiatif ini, pemerintah UEA akan memulai persiapan untuk kampanye diskon besar-besaran sebelum dan selama bulan suci Ramadhan.

 

Baca juga:

Arla Foods Kenalkan Produk Susu Bayi Organik Halal

 

Pemerintah juga menargetkan harga tahun ini melebihi musim Ramadhan sebelumnya. Sedangkan, mengenai hukum perlindungan konsumen yang baru, Al Nuaimi mengindikasikan, saat ini sedang melalui tahap legislatif sebelum diterbitkan untuk mengimbangi berbagai perkembangan modern dan masa depan pasar.

Ia mengungkapkan, Komite Tertinggi Perlindungan Konsumen akan mengadakan pertemuan di Dubai untuk membahas inisiatif bisnis baru dalam upaya meningkatkan hak-hak konsumen di sektor e-commerce. Usaha ini sejalan dengan permintaan yang dialami sektor tersebut.

"Inisiatif yang akan dibahas mencakup perlunya ketersediaan standar kejelasan, kemudahan penggunaan aplikasi e-shopping di ponsel pintar, di samping itu komitmen perusahaan mengenai standar pengiriman cepat dan kondisi barang yang baik dalam proses pengiriman," paparnya.

Sementara itu, Direktur Departemen Kebahagiaan dan Pemasaran, Union Coop, Suhail Al Bastaki, atas nama Consumer Cooperative Union mengatakan koperasi ini akan diluncurkan bersamaan dengan hari Perlindungan Konsumen Teluk ke-15 dan Coop Shopping Festival. "Kami menawarkan diskon yang mencakup lebih dari 300 item merek Coop dengan potongan tarif hingga 30 persen selama Maret," imbuh Suhail.

Selanjutnya, Direktur Departemen Perlindungan Konsumen di Departemen Pengembangan Ekonomi, Ahmad Hassan Al Zaabi mengatakan bahwa Dubai Economy bekerja untuk mengembangkan sistem yang cerdas dan efektif untuk menangani keluhan konsumen, mencatat sektor ritel adalah bagian penting dari ekonomi UEA.

"Ekonomi Dubai menyumbang sekitar 26 persen dari PDB-nya. Sehingga sistem yang efektif untuk menangani keluhan konsumen dan menemukan solusi dengan lancar dianggap sebagai potensi strategis untuk perdagangan ritel di Dubai," pungkas Al Zaabi. (mga/KhaleejTimes)

 

Baca juga:

Para Penghafal Alquran Dapat Penghargaan di Ras Al Khaimah UEA

Responsive image
Other Article
Responsive image