:
:
News
Mahasiswa Edmonton Kanada Sambut Kehadiran Muslim Chaplain Baru

gomuslim.co.id – Ketua Asosiasi Mahasiswa Muslim Universitas Alberta Kanada, Doha Anwar membuat gagasan baru untuk mendanai posisi pemuka agama Islam atau Muslim Chaplain. Kehadiran Muslim Chaplain bernama Ibrahim Long ini didedikasikan untuk mendukung kesehatan mental kaum muda.

Mahasiswa Jurusan Ilmu Saraf ini mengungkapkan, dirinya sendiri sempat tidak tahu ke mana harus mencari bantuan ketika ia bergumul dengan pekerjaan sekolah dan pertanyaan tentang iman dan masa depan. "Sungguh menyenangkan akhirnya memiliki pemuka agama Islam. Seseorang yang dapat saya ajak bicara tentang berbagai hal. Saya tidak berpikir orang lain akan dapat memahami Islam lebih baik daripada seseorang yang akan memahami agama itu sendiri,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi About Islam, Selasa (3/3/2020). 

Ibrahim Long mulai mengambil peran barunya pada bulan Februari 2020 kemarin. Ia akan membimbing mahasiswa di U of A, Institut Teknologi Alberta Utara dan Universitas MacEwan. “(Orang-orang muda) ingin menghayati iman mereka tetapi bergumul dengan masalah-masalah alam yang muncul dalam kehidupan. Mereka ingin menemukan tempat yang aman, orang yang aman untuk mengisahkan perjuangan dan dapat memberi mereka beberapa bimbingan,” ujar Long.

Ibrahim mengungkapkan, banyak pemuda merasa sulit untuk datang ke masjid guna mencari bantuan. Maka dari itu, seorang pemuka agama didesak untuk membantu menjembatani kesenjangan generasi. "Mereka memang ingin mengangkatnya. Jadi, seorang pemuka agama membantu menjembatani kesenjangan itu,” ujar Ibrahim yang sempat mempelajari konseling dan teologi Islam di Hartford Seminary di Connecticut itu.

 

Baca juga:

Kunjungi Masjid Houston di Texas, Mahasiswa Kristen Ini Tertarik Pelajari Islam Lebih Dalam

 

Sementara itu, Direktur Eksekutif, Omar Yaqub mengatakan, pemuka agama yang baru juga akan membantu pemuda untuk menanamkan rasa memiliki. "Kami mengikuti tradisi yang benar-benar bangga yang kami lihat dari para tetua (Pribumi) yang tinggal di banyak lembaga Kanada. Ini berfungsi karena berhubungan dengan kaum muda, tentu dengan cara yang sangat bermakna,” paparnya.

Ketua Studi Islam University of Western, Ingrid Mattson mengatakan bahwa sebelumnya, dirinya sempat mendirikan program kapelan di Hartford, tempat Ibrahim Long belajar. Menurutnya, posisi itu membantu kaum muda agar bisa menggunakan hak mereka dalam mengakomodasi keagamaan di masyarakat, terutama menampung orang-orang Kristen.

"Jadi, kaum minoritas agama harus mampu menegosiasikan waktu istirahat atau akomodasi untuk pertemuan dan untuk praktik. Kaum muda perlu belajar bagaimana melakukan itu untuk diri mereka sendiri. Jadi, dengan bantuan pemuka agama, mereka dapat belajar mengartikulasikan kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Mattson menilai bahwa Edmonton beruntung memiliki Ibrahim Long di posisi ini. “Dia adalah orang yang sangat lembut dan bijaksana yang saya pikir akan benar-benar membawa banyak manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Seperti diketahui, di berbagai universitas dan kampus, para pemuka agama Islam sering melayani baik Muslim maupun non-Muslim dengan menawarkan dukungan dan bimbingan spiritual.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka juga telah bertindak sebagai pemimpin intra-institusional yang bekerja memberikan pemahaman antar agama dan keterlibatan masyarakat yang lebih besar.

Saat ini, kapelan Muslim di Barat telah beralih dari dakwah dan lebih fokus pada dukungan dan perawatan pastoral, menurut Association of Muslim Chaplains, sebuah organisasi profesional yang dimulai pada 2011. (mga/AboutIslam) 

 

Baca juga:

Dibantu Tetangga Muslim, Calon Pengantin Hindu Akhirnya Bisa Menikah

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store