:
:
News
Ketakutan Virus Corona Meningkat, Masker Terjual Habis di Arab Saudi

gomuslim.co.id – Sejumlah apotek di Arab Saudi berjuang untuk memenuhi permintaan masker wajah meskipun tidak ada kasus coronavirus yang dilaporkan di Kerajaan. Hal ini menyusul adanya kebijakan penghentian visa umrah sementara bagi sejumlah Negara.

"Meskipun ada jaminan dari Kementerian Kesehatan, orang-orang telah datang ke apotek kami untuk meminta masker wajah. Saya melihat lebih banyak orang memakainya di depan umum," kata seorang apoteker, Adel Abdul Shakoor, seperti dilansir dari publikasi Arab News, Sabtu (29/02/2020).

"Sekarang kami kehabisan persediaan masker. Padahal biasanya kami punya stok dalam rak penuh," kata Shakoor.

Apotek melakukan pemesanan untuk stok pengganti dua minggu yang lalu, tetapi belum diisi. Shakoor menyebut dirinya tidak bisa mengingat kapan terakhir kali kekurangan masker bedah terjadi.

 

Baca juga:

Efek Larangan Umrah, Sektor Bisnis di Makkah dan Madinah Alami Kerugian Hingga 40%

 

Beberapa apotek lokal di Jeddah telah menjual stok masker. Sementara apotek lain memiliki jumlah terbatas.

Seorang pelanggan di apotek Shakoor membeli masker yang digunakan ketika ia mengunjungi masjid untuk melaksanakan salat.

"Mereka yang datang dalam kontak dekat dan pergi ke tempat-tempat ramai harus mengenakan masker. Saya rasa saya tidak akan memakainya setelah meninggalkan apotek, tetapi saya akan mempertimbangkannya jika situasi memburuk atau saya berada di daerah yang ramai," kata Walid Al-Otaibi (28).

Mahmoud Sabry, seorang apoteker di distrik Salama, mengatakan bahwa pihaknya sedang menunggu stok baru dari para pemasok. Tetapi karena permintaan yang sama kuatnya di Negara-negara lain, mungkin perlu waktu untuk memenuhi permintaan secara lokal.

"Pelanggan datang dan meminta masker dalam jumlah besar. Tetapi kami tidak mengizinkan mereka membeli lebih dari lima kotak," katanya.

Seorang manajer toko mengatakan bahwa seluruh stok maskernya telah terjual dalam dua hari terakhir, meskipun tidak ada kasus coronavirus di Arab Saudi.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Saudi mengatakan bahwa semua langkah telah diambil untuk melindungi Kerajaan terhadap virus. Kementerian juga mengkonfirmasi bahwa ‘tidak ada kasus yang diketahui’ infeksi. (jms/arabnews)

 

Baca juga:

Saudi Stop Keluarkan Visa Turis untuk Negara Paling Parah Terdampak Virus Corona

Responsive image
Other Article
Responsive image