:
:
News
Resmi Dibuka, Begini Kemeriahan Islamic Book Fair 2020

gomuslim.co.id - Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) kembali menggelar Islamic Book Fair (IBF). Pameran buku terbesar di tanah air ini dilaksanakan selama lima hari yaitu pada 26 Februari hingga 1 Maret 2020 di Jakarta Convention Center (JCC).

Pameran bertaraf nasional yang telah memasuki penyelenggaraan yang ke-19 ini mengangkat tema ‘Literasi Islam; Cahaya untuk Negeri’. Melalui tema ini diharapkan mampu menjadi cahaya bagi umat, bagi negeri, kemajuan dan kejayaan bangsa.

Sebelumnya, Islamic Book Fair resmi di buka oleh Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Awaluddin Tjalla.

 

Baca juga:

IBF 2020 Ajak Umat Lihat Kembali Jejak Tokoh Muslim dalam Dunia Literasi

 

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, pameran dibuka dengan resmi,” kata Awaluddin di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (26/2/20).

Pantauan gomuslim, pada IBF 2020 ini dikuti lebih dari 200 stan pameran. Pameran tidak hanya menghadirkan buku-buku islami, ada juga stan pameran dari dunia fesyen, property, travel, perbankan dan lain sebagainya.

Jelang sore hari, pengunjung masih memadati area Islamic Book Fair di Hall A dan B JCC. Terlihat kerumunan pelajar, mahasiswa dan santri mengunjungi stan-stan pameran. Ada juga pengunjung dari masyarakat umum.

Beberapa stan yang ramai dikunjungi, diantaranya stan Kartu Muslim, Mizan. Republika, Pustaka Alwadi, Gramedia dan masih banyak lagi. Sesaknya pengunjung menjadi keberkahan tersendiri terutama bagi para perserta pameran untuk menjual atau sekadar memporomosikan produknya.

Ajang pameran menjadi salah satu strategi pemasaran yang cukup efektif. Hal ini seperti yang diungkapkan Akbari Faisal selaku owner Kartu Muslim. Menurutnya adanya pameran ini cukup efektif untuk mempromosikan produk-produknya.

“Ini (pameran) memang cukup efektif, tidak hanya ke penjual langsung tapi kita cari peluang lain. Misalnya bisa berkolaborasi dengan peserta pameran untuk pengembangan atau pemasaran produk,” katanya

Hal senada diungkapkan Yakub dari Kantor Mufti Kerajaan Brunei Darussalam. Peserta Islamic Book Fair ini datang dari Brunei Darussalam tidak untuk mencari keuntungan finansial, melainkan untuk mengsyiarkan agama Islam.

“Kalau dilihat secara ekonomi, kita ikut acara ini rugi, belum ongkos dari Brunei dan sewa stan. Meskipun semua buku di stan ini laku terjual kita tetap rugi. Kita ikut Islamic Book Fair ini hanya untuk syiar,” ungkapnya

Diakui Yakub, Kantor Mufti Kerajaan Brunei rutin mengikuti gelaran pameran Islamic Book Fair setiap tahunnya. Tak hanya di Indonesia, Yakub juga mengikuti pameran serupa di beberapa Negara, seperti Malaysia dan Singapura.

 

Baca juga:

Sukses! IBF 2019 Raih Ribuan Pengunjung per Hari

 

Salah satu pengunjung, Nur ardiansyah (21) mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al-Hikmah Jakarta, mengatakan IBF merupakan pameran akbar yang membangkitkan Islam. Adanya IBF tidak hanya menilai Islam sebagai agama tapi Islam itu bisa menjadi sebuah economi, karena dengan hadirnya IBF bisa membangkitkan ekonomi Islam.

“Saya sudah mengikuti ini sejak tahun 2016 dari mulai gratis hingga berbayar, yang lokasinya waktu itu masih di Istora Senayan. Tantu adanya kegiatan akbar seperti ini bisa membangkitkan Islam. Menilai Islam tidak hanya agama, tapi bisa menjadi sebuah economi, kita lihat saja hadirnya IBF ini tentu meningkatkan ekonomi Islam dan ukhuwah,” tuturnya.

Selama pameran berlangsung, pengunjung disuguhkan dengan acara-acara lain seperti talkshow, seminar, bedah buku, launching buku, dan tausiyah. (Mr)

Responsive image
Other Article
Responsive image