:
:
News
Ini Tanggapan Gubernur Makkah Soal Video Rapper Wanita Saudi 

gomuslim.co.id - Pejabat Arab Saudi telah memerintahkan penangkapan seorang rapper wanita yang muncul dalam sebuah video musik di lagu Bint Mecca, atau Girl from Mecca. Video tersebut dianggap menyinggung kebiasaan dan tradisi kota suci.

Dilansir dari Aljazeera, Selasa (25/2/2020), dalam video itu, seorang wanita Saudi yang diidentifikasi bernama Ayasel Slay memperlihatkan kesombongannya karena berasal dari Makkah, rumah paling suci dalam Islam yakni Kakbah.

 

Baca juga:

Model Playboy Ini Pilih Jadi Mualaf Meski Ditinggalkan Ratusan Ribu Fans

 

Video itu diunggah dalam channel YouTube milik Ayasel, yang telah dihapus, minggu lalu dan menampilkannya saat ngerap di kafe dengan sekelompok anak-anak yang tersenyum sebagai penari.

"Hanya seorang gadis Makkah yang kamu butuhkan. Jangan membuatnya kesal, dia akan menyakitimu," kata Ayasel, menggambarkan bagaimana seorang wanita dari Makkah melebihi semua wanita Saudi lainnya dalam keindahan dan kekuatan.

"Dengan dia, kamu bisa melaksanakan sunnah (menikah). Hidupmu dengannya akan menjadi surga," katanya bangga.

Pada hari Kamis (20/2/20), Otoritas Makkah mengatakan dalam sebuah Tweet bahwa Gubernur telah mengeluarkan perintah agar Ayasel dan tim produksi video tersebut dituntut. "Pangeran Khalid bin Faisal dari Makkah telah memerintahkan penangkapan orang-orang yang bertanggung jawab atas lagu rap Bint Makkah, yang menyinggung kebiasaan dan tradisi masyarakat Makkah dan bertentangan dengan identitas dan tradisi penduduknya yang terhormat," tulis tweet itu.

 

Baca juga:

UEA dan Qatar Jadi Simbol Kemajuan Peradaban Islam di Dunia Arab

 

Ini bukan pertama kalinya rapper wanita Saudi merilis video. Pada Juni 2018, seorang rapper bernama Leesa A membuat video di mana ia merayakan pencabutan larangan larangan merokok di Negara itu. Video menjadi viral dan diterima dengan baik, tidak seperti lagu Asayel Slay.

Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir telah mengimplementasikan serangkaian reformasi sosial dan ekonomi, yang diperjuangkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Salah satunya memberi perempuan hak untuk mengemudi dan membuka tempat konservatif untuk hiburan dan pariwisata. (Mr/Aljazeera)

Responsive image
Other Article
Responsive image