:
:
News
Muslimah Ini Ditunjuk sebagai CEO Komisi Musik Arab Saudi

gomuslim.co.id – Menteri Kebudayaan Arab Saudi, Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan menunjuk musisi Saudi, Jihad Al-Khalidi sebagai CEO Komisi Musik. Penunjukan ini dilakukan agar Al-Khalidi bisa mengembangkan sektor musik Saudi.

Komisi Musik adalah salah satu dari 11 badan baru yang diluncurkan Departemen Kebudayaan Saudi untuk mengawasi sektor-sektor budaya seperti film, musik, mode, warisan dan seni.

Jihad Al-Khalidi sendiri merupakan seorang muslimah yang memiliki pengalaman lebih dari 33 tahun di bidang musik. Ia juga seorang pemain biola untuk Orkestra Mesir selama delapan tahun. Dia memiliki gelar sarjana dalam bermain biola dan teori musik dari Higher Institute of Music di Kairo, bersama dengan pengalaman dan pengetahuan administrasi.

Meski sulit untuk menggambarkan perasaannya, tetapi Al-Khalidi benar-benar bersyukur atas kepercayaan Menteri Saudi yang menunjuk dirinya sebagai CEO Komisi Musik Arab. Ia bahkan mengungkapkan bahwa hal itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan lantaran ia bisa mengambil tantangan untuk membangun era baru untuk musik di Arab Saudi.

Ia menilai bahwa posisi itu dianggap sebagai hal mendasar untuk pengajaran musik di kerajaan. Ia mencatat bahwa semua orang setuju tentang pentingnya pendidikan di tahun-tahun pertama sekolah, berdampingan dengan pertunjukan musik.

Al-Khalidi mengatakan bahwa visi musik saat ini berorientasi pada pembangunan basis musik untuk semua segmen masyarakat. "Kami telah menetapkan program musik untuk anak-anak sejak lahir hingga usia 6 tahun, anak-anak berusia antara 6 dan 17 tahun, mahasiswa, pecinta musik dan orang-orang dengan kebutuhan khusus," kata Al-Khalidi seperti dilansir dari publikasi Arab News, Senin (24/2/2020)

 

Baca juga:

Putri Saudi Ini Terpilih Duta Goodwill Regional Arab UN-Habitat

 

“Apa yang hilang, hilang. Kami tidak akan membuang waktu untuk hidup di masa lalu. Kami sedang membangun masa depan musik di Arab Saudi dan mengembangkan infrastrukturnya, yang akan membutuhkan upaya menggabungkan dan mengintensifkan,” lanjutnya.

Al-Khalidi mengatakan bahwa Saudi beruntung hidup di era dukungan, pengembangan, dan kemajuan di semua tingkatan ini. "Kami akan mengambil di mana orang lain berhenti dan belajar lebih banyak tentang cara yang digunakan negara maju untuk mengatasi hambatan," imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengembangkan pola yang berbeda, sesuai dengan kebiasaan, tradisi dan warisan Arab dan Arab, dan sejalan dengan visi, kapasitas dan ambisi masyarakat Saudi untuk membangun budaya musik di negara tersebut.

Mengenai sekolah musik di Arab Saudi, lanjutnya, salah satu langkah kunci dalam fase berikutnya adalah mengembalikan musik rakyat tradisional di semua wilayah Saudi dan menghidupkan kembali warisan musik dengan sentuhan modernitas.

“Belajar musik bukan hal yang mudah. Musik di Arab Saudi akan tersedia untuk semua orang meskipun ada kendala yang akan kita atasi dengan waktu dan dengan bantuan media, musisi dan intelektual,” bebernya.

Kementerian Kebudayaan sendiri, kata Al-Khalidi, saat ini tengah berupaya mengembangkan sektor musik di Kerajaan guna untuk mendukung dan mendorong para praktisi melalui Komisi Musik.

Ini juga akan bekerja dengan otoritas terkait untuk mendukung perlindungan hak kekayaan intelektual di bidang yang terkait dengan musik, selain mengadakan kursus pelatihan, mengadopsi program profesional yang relevan dan mendorong praktisi untuk memproduksi dan mengembangkan konten musik. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Pertama dari Saudi, Muslimah Ini Jadi Direktur Organisasi Pariwisata Dunia PBB

Responsive image
Other Article
Responsive image