:
:
News
Meski Diusir Wasit Basket, Remaja Muslim Kanada Ini Tetap Pertahankan Jilbab

gomuslim.co.id – Seorang remaja berusia 16 tahun asal Philadelphia, Kanada, Nasihah Thompson yang merupakan seorang pemain bola basket dari Mastery Charter Shcool sempat dicegah untuk bermain di pertandingan bola basket oleh wasit lantaran memakai jilbab. Pada saat itu, Nasihah bermain untuk Charter Mastery North-Pickett Pumas yang merupakan bagian dari Distrik Liga Umum Philadelphia 12.

Meski demikian, Nasihah tidak lantas membuka jilbabnya. Ia justru tetap mempertahankan untuk terus menggunakan jilbabnya dan meninggalkan permainan. "Jilbab saya adalah bagian dari diri saya, dan saya merasa seperti akan melepas sebagian dari saya untuk bermain dalam permainan," ujar siswi tingkat dua sekolah menengah ini setelah kejadian seperti dilansir dari publikasi Mvslim, Sabtu (22/2/2020). 

Nasihah pun tidak menerima syarat untuk melepas jilbabnya. Ia telah bermain di tim basket sekolah menengahnya selama bertahun-tahun sambil mengenakan jilbab.

Ia menjelaskan bahwa ibunya dan dia, pada tahun-tahun sebelumnya, tidak pernah menuntut pengabaian agama agar dia dapat memainkan permainan. "Saya merasa kesal karena saya ingin bermain game,” ucapnya.

 

Baca juga:

Pemain Rugby Muslimah Afrika Selatan: Hijab Adalah Identitasku

 

Nasihah berharap, untuk bisa bermain di pertandingan kejuaraan, para pemain bola basket nantinya tidak lagi mempermasalahkan jilbab seperti apa yang menimpa dirinya. "Saya tidak berpikir masalahnya ada di belakang saya. Saya masih ingin PIAA berubah dan menyingkirkan pengabaian. Sama sekali tidak perlu bagi kita untuk memiliki pengabaian untuk menutupi dan mereka harus menghentikannya,” pungkasnya.

Bagi seorang anak berusia 16 tahun untuk membela keyakinan agamanya dan hasratnya terhadap bola basket benar-benar menunjukkan tekad dan kesiapannya untuk menghadapi tantangan yang akan datang sepanjang perjalanan bola basketnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah - Sharif El-Mekki mengaku terkejut dengan insiden tersebut. Padahal, sekolahnya memiliki populasi muslim yang besar. "Ini tidak bisa diterima,” tegasnya.

Lain hal, Presiden Liga Umum Philadelphia, James Patrick Lynch mengatakan bahwa ia akan menjangkau Pennsylvania Interscholastic Athletic Association (PIAA) untuk membahas amandemen peraturannya.

Lynch akan membuat PIAA  untuk mengatur wasit yang memimpin pertandingan. Lynch juga mengatakan bahwa ia ingin menghilangkan perlunya atlet-siswa untuk mencari pengabaian untuk mengubah seragam mereka karena alasan agama, serta untuk menghilangkan otoritas dari pejabat untuk menangani masalah ini. “Seharusnya tidak ada bentuk pengabaian atau pengecualian yang diberikan bagi siswa untuk memiliki hak yang sama dengan orang lain,” pungkasnya. (mga/Mvslim)

 

Baca juga:

Muslimah Inggris Ini Berjuang Hadapi Tantangan Dunia Sepakbola

Responsive image
Other Article
Responsive image