:
:
News
Sutradara Film Layar Lebar 'Bad Boys for Life' Ternyata Dua Muslim yang Bersahabat

gomuslim.co.id Film layar lebar berjudul 'Bad Boys for Life' sempat meramaikan bioskop di tanah air bulan lalu. Menariknya, film yang dinantikan sejak 17 tahun silam ini ternyata merupakan hasil karya dari dua orang muslim bersahabat. Keduanya yakni Adil El Arbi dan Bilall Fallah yang menyutradarai film tersebut.

Seperti dilansir dari publikasi Mvslim, Jumat (21/2/2020), dijelaskan bahwa film 'Bad Boys for Life' merupakan film ketiga dari waralaba 'Bad Boys' yang tayang di bioskop tanah air pada 19 Januari 2020 kemarin. Film Bad Boys sendiri pertama kali ditayangkan pada tahun 1995. Sedangkan untuk Bad Boys II, dirilis pada tahun 2003.

Diketahui, film Bad Boys for Life diperankan oleh aktor terkenal - Will Smith dan Martin Lawrence yang memainkan peran utama sebagai agen Mike dan Marcus yang memutuskan untuk bergabung bersama untuk terakhir kalinya.

Dalam film "Bad Boys" ketiga tersebut dikisahkan bahwa petugas polisi Mike Lowrey (Will Smith) dan Marcus Burnett (Martin Lawrence) bertemu lagi ketika seorang tentara bayaran Albania, yang saudaranya dibunuh, menjanjikan mereka bonus besar untuk penugasan.

Hanya kondisinya yang sedikit berbeda dari dua film sebelumnya. Yakni, agen Marcus adalah penyelidik kepolisian dan Mike sedang mengalami krisis setengah baya. Tapi seperti di film-film sebelumnya, penonton tetap akan menikmati adegan aksi yang luar biasa, mobil keren dan banyak orang jahat serta slogan legend Bad Boys yang berbunyi “Bad boys, bad boys, what are you going to do?”.

 

Baca juga:

Pemenang Piala Oscar Ini Mau Perankan Karakter Jahat, Syaratnya Tidak Sudutkan Islam

 

Sementara itu, dua sutradara yang juga memiliki hubungan kolega serta sahabat, Adil El Arbi (30 tahun) dan Bilall Fallah (33 tahun) merupakan sutradara film dan televisi dari Belgia. Keduanya memiliki latar belakang dari negara Maroko. Diketahui, Adil dan Bilall pernah pergi ke sekolah film bersama.

Proyek pertama yang mereka arahkan adalah film pendek berjudul: Broeders (2011). Debut besar mereka adalah Image pada tahun 2014. Setelah itu mereka mengarahkan sebuah film berdasarkan buku Dirk Bracke bernama Black (2015).

Tahun lalu, mereka menyutradarai film spektakuler Patser, yang menjadi sukses besar di Belgia. Semua film mereka membahas masalah sosial yang lebih dalam sehingga membuat penonton harus menghadapi kenyataan pahit.

Black, misalnya, membahas masalah pembentukan geng dan kekerasan yang dihadapi oleh kaum muda di daerah miskin dan terpinggirkan di Brussels. Ketika salah satu karakter utama, Mavela, seorang gadis kulit hitam yang menjadi bagian dari salah satu geng di Brussels, jatuh cinta dengan seorang anak laki-laki dengan latar belakang Maroko dan milik geng rival, ia dihukum oleh anggota gengnya dengan pemerkosaan geng. Film ini menggambarkan sifat interseksional dari kekerasan semacam ini.

Meski demikian, bekerja di Belgia hanyalah awal bagi keduanya. Setahun terakhir, mereka pun berada di Miami untuk debut Hollywood mereka Bad Boys III yang membuat mereka dikelilingi dengan aktor dan produser terkenal. Akan tetap, hal yang paling penting dari keduanya ialah mereka tetap membumi dan setia pada identitas mereka sendiri. (mga/Mvslim)

 

Baca juga:

Komedian Muslim Amerika Ini Sabet Golden Globe Awards 2020

Responsive image
Other Article
Responsive image