:
:
News
Pakistan Daftarkan Madrasah sebagai Arus Utama Pendidikan 

gomuslim.co.id –  Mantan Juru Bicara Militer Pakistan, Asif Ghafoor mengatakan bahwa lebih dari 30.000 madrasah yang ada di Pakistan akan dimasukkan ke dalam arus utama yang diawasi langsung oleh Kementerian Pendidikan. 

"Pendidikan Islam akan terus diberikan tetapi tidak akan ada pidato kebencian," kata Ghafoor seperti dilansir dari publikasi Anadolu Agency, Rabu (19/2/2020).

Sementara itu, Menteri Pendidikan Provinsi Punjab, Muraad Raas mengatakan, pemerintah federal bekerja untuk mendaftarkan semua madrasah berdasarkan prioritas. Ia mencatat bahwa dari 16.000 madrasah di Punjab saja, Pemerintah Provinsi telah mendaftarkan 208 sekolah yang mengajar sekitar 18.000 siswa.

Prioritas pemerintah dalam melakukan itu adalah untuk membangun koneksi dan menyambut para siswa-siswa tersebut menjadi pendidikan umum sehingga mereka dapat mengikuti ujian matrikulasi.

Selain itu, Pemerintah juga berencana untuk mendirikan sekolah kejuruan negeri berdasarkan model sekolah menengah dan menengah Imam Hatip di Turki untuk menawarkan campuran pendidikan agama dan duniawi kepada para sarjana Islam masa depan.

"Lembaga-lembaga ini sangat diperlukan karena mayoritas dari mereka berada di daerah terbelakang di mana kita perlu menyebarkan informasi dan pentingnya pendidikan duniawi bersama dengan agama," ujar Raas.

Implementasi rencana tersebut, kata Raas, sedang berlangsung dan hasilnya sudah mulai masuk, dengan tim empat siswa siswa tingkat sekolah menengah dari Jamia Baitusslam yang berbasis di Karachi memenangkan kompetisi robotik yang diadakan di Heavy Industries Taxila Education City University di timur laut Pakistan.

Madrasah di Paskitan sendiri sering dituduh memiliki hubungan dengan ekstremisme dan sudah lama menjadi kontroversial. Namun kini, lembaga pendidikan Islam di Pakistan telah mulai memasuki pusat perhatian berkat keberhasilan siswa mereka. Pasalnya, siswa di lembaga-lembaga ini menerima semua pendidikan ilmiah dan teknis terbaru.

 

Baca juga:

Manfaatkan Teknologi, Sekolah Islam Tertua di Singapura Ini Gunakan iPad untuk Belajar

 

"Saya selalu menemukan siswa ini sangat disiplin. Mereka adalah pembelajar yang tajam dan cepat. Sebagian besar dari mereka sangat menyukai sains dan teknologi. Peluang pendidikan yang lebih baik juga akan memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik," ungkap seorang Ilmuwan Komputer dan Akademik, Umar Saif.

Menyusul kebijakan anti-terorisme yang diluncurkan pada Januari 2015, Islamabad pun mulai mengatur madrasah dengan lebih ketat di seluruh negeri dan sekarang menerapkan serangkaian reformasi yang dinamis.

Disisi lain, Ketua Baitussalam Welfare Trust, Maulana Abdul Sattar mengatakan, "Kami bangga dengan siswa kami, mereka tidak pernah mengecewakan kami. Kami berterima kasih kepada pemerintah Turki untuk mengambil inisiatif ini dan kami ingin memperluas teknologi ini proyek lab ke kampus kami yang lain juga,” ujarnya dengan ekspresi bangga.

Sattar mengatakan bahwa sekolah saat ini memiliki 35.000-40.000 siswa. Ia pun  memastikan mereka mendapatkan semua fasilitas dasar dengan biaya perumahan, medis dan transportasi yang ditanggung oleh sekolah.

"Jamia memiliki 370 pusat pendidikan dasar di seluruh Pakistan dan ada tiga kampus besar di mana siswa mendapatkan pendidikan tingkat O dan A," jelasnya merujuk pada sertifikat kurikulum biasa dan lanjutan yang diakui oleh UK.

Menjadi berita utama di seluruh Pakistan dan media internasional bahwa keberhasilan siswa madrasah telah membangkitkan rasa ingin tahu tentang pendidikan yang disediakan di sekolah-sekolah "Sudah saatnya kita berpikir di luar dugaan palsu terhadap madrasah," pungkas Sattar. (mga/ AnadoluAgency)

 

Baca juga:

Masya Allah, 15 Santri Tunanetra Ini Ikut Wisuda Tahfidz di Jawa Timur

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store