:
:
News
Pimpinan UNUSIA Jelaskan Pentingnya Pusat Studi Halal bagi Masyarakat

gomuslim.co.id – Pimpinan Pusat Studi Halal Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Ahmad Khoirul Anam menyebutkan bahwa lembaga studi halal sangat penting bagi masyarkat. Menurutnya, lembaga studi halal tersebut tidak hanya berkaitan dengan hukum Islam atau fatwa seperti kebanyakan lembaga lainnya, tapi berkaitan dengan sejumlah persoalan lain yakni hukum Islam, sains dan bisnis yang merupakan hal penting yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat atau umat Islam.

"Perlu kami sampaikan studi halal ini tidak hanya yang berkaitan dengan hukum Islam atau persoalan fatwa. Tapi juga persoalan yang lain. Makanya lembaga ini penting bagi masyarakat," ujar Khoirul saat mengisi Workshop Nasional Paradigma Ekosistem Halal Indonesia dan Launching Pusat Studi Halal di Kampus UNUSIA, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020) kemarin.

 

Baca juga:

Pakistan dan Turki Rumuskan Penyeragaman Standar Halal Global

 

Pria yang akrab disapa Cak Anam itu pun mengungkapkan, hadirnya Pusat Studi Halal UNUSIA nantinya akan menjadi lembaga yang fokus untuk menangani persoalan hukum islam, sains dan bisnis tersebut.

"Mengapa soal sains? Melalui kajian halal ini bisa menjadi pintu masuk mahasiswa perguruan tinggi Islam, khususnya bagi UNISIA yang menggeluti bidang sains karena akan mengenal rekayasa genetika, industri halal bahan-bahan kimia," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, Mastuki mengatakan, kehalalan adalah bagian yang tidak pernah terpisahkan dalam kehidupan manusia.

Oleh karena itu, penting ada lembaga kajian halal seperti Pusat Studi Halal UNUSIA. Sebab keberadaan pusat studi halal ini dapat membantu masyarakat mengenai persoalan kehalalan.

"Apalagi masalah halal itu tidak pernah terpisahkan oleh kehidupan manusia. Ada empat, setidaknya ayat di dalam Alquran yang menyebutkan kata-kata halalan toyyiban, ini yang jadi semacam mantranya Indonesia tentang halalan toyyiban," kata Mastuki.

Lebih lanjut Mastuki menjelaskan, Indonesia saat ini menjadi negara mayoritas muslim dalam berbagai hal banyak menggunakan metode atau dengan menggunakan syariat Islam. Misalnya produksi makanan halal, fesyen muslim, hingga destinasi ramah muslim sudah berlaku di Tanah Air.

"Walau sebenarnya Brazil jadi negara paling tinggi jadi konsumen daging halal, tapi Indonesia masih tetap menjadi salah satu negara dengan produk jaminan halal tertinggi di dunia," pungkasnya. (mga/NU Online)

 

Baca juga:

Dorong Ekspor Halal, Malaysia Siap Rebut Emas di Olimpiade Jepang

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store