:
:
News
Ini Motivasi Santri Tunanetra dalam Menghafal Alquran 

gomuslim.co.id – PPPA Daarul Quran menggemakan membaca dan menghafal Alquran kepada santri SLB A Beringin Bhakti di Jl. Pangeran Cakra Buana, Kepongpongan, Talun, Cirebon, Jawa Barat. Meski memiliki keterbatasan dalam penglihatan, PPPA mengajak para tunanetra tetap semangat bergelora untuk belajar Alquran.

Annis Wikhdati Nur Ilahi (23), gadis asal Cirebon yang tengah menghafal Alquran. Tak seperti santri pada umumnya, Annis menghafal Alquran bersama teman-temannya sesama tunanetra. Alquran audio dan braille sudah menjadi sahabat para santri tersebut.

"Semakin banyak bertukar ilmu, tidak akan membuat bodoh justru akan menambah ilmu baru lagi dan memberi manfaat untuk teman yang lainnya," ujar Annis, Senin (17/2/2020).

Ia menunjukkan keterbasan yang dimiliki bukanlah halangan untuk saling berbagi dalam hal apapun. Meski kondisi Rumah Tahfidz SLB A tak banyak memiliki sarana belajar yang ia butuhkan seperti Qur'an braille dan audio untuk ia dan rekannya gunakan namun para santri tetap antusias untuk menghadiri majelis ilmu.

Tak hanya penglihatan Annis yang istimewa, kaki dan tanggannya juga tidak bisa digerakkan secara normal. Dampak musibah yang ia alami saat berumur enam tahun masih dirasakannya sampai sekarang.

 

Baca juga:

Dirut PPPA Daarul Quran: Literasi Zakat dan Wakaf Perlu Didorong

 

Saat itu, Annis terjatuh di depan rumah gurunya, ia mengalami demam tinggi hingga merusak sel saraf di kaki dan tangannya. Meskipun kondisi fisik Annis tak sempurna, ia tak patah semangat untuk menjadi penghafal Alquran.

Annis memanfaatkan Alquran braille sebagai media belajar menghafal. Selain itu, ia juga memastikan makhrojul hurufnya dengan Alquran audio.

“Dulu Ibu sebelum meninggal meminta saya agar mengkhatamkan hafalan Quran. Alhamdulillah berkat alamarhumah ibu, saya mampu mengaji dan menghafal sampai sekarang,” jawab Annis saat ditanya alasannya istikamah menghafal Alquran.

Annis sudah hafal juz 30 dan tengah menyelesaikan hafalan juz 1. Ia memulai belajar menghafal Alquran dengan ibunya di musala milik keluarganya saat masih kecil.

Sejak ibunya meninggal dunia, Annis melanjutkan hafalannya di SLB A Beringin Bhakti yang berbasis Rumah Tahfidz di Jl. Pangeran Cakra Buana, Kepongpongan, Talun, Cirebon, Jawa Barat.

Sementara itu, Pimpinan PPPA Daarul Qur’an Cirebon, Abdul Azizm mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membantu para tunanetra agar terus semangat belajar Alquran. “Alhamdulillah sampai saat ini donasi yang sudah terhimpun melalui sedekahonline.com terkumpul Rp 12.015.629 yang nantinya akan digunakan untuk keperluan belajar mereka seperti Qur’an braile dan audio. Kebutuhan yang diperlukan untuk para santri sekitar Rp50 juta dan masih diperlukan biaya untuk mencukupi kebutuhan donasi yang belum memenuhi target,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat membantu sarana belajar yang tunanetra butuhkan guna kelancara ngejar mengajar para tunanetra. “Insya Allah akan mengalir pahala kepada kita yang ringan tangan membantu mereka. Salurkan donasi terbaikmu, gemakan Alquran dimanapun, semoga Allah selalu memudahkan langkah kita dalam kebaikan. Aamiin ya Rabbal 'alamin,” pungkasnya. (hmz/pppadaarulquran) 

 

Baca juga:

Anak Jadi Alasan Ibu Ini Semangat Menghafal Alquran

Responsive image
Other Article
Responsive image