:
:
News
Mer-C Indonesia Kembali Kirim Relawan Kemanusiaan ke Gaza

gomuslim.co.id - Jalur Gaza masih memanas, akan tetapi hal itu tidak membuat Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mundur. Kini, Lembaga kemanusiaan yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis ini kembali mengirimkan Tim Relawannya ke wilayah Gaza, Palestina.

Presidium MER-C yang juga Ketua Tim Pembangunan RS Indonesia, Faried Thalib mengatakan, tim yang terdiri dari 11 orang relawan dengan berbagai keahlian, yaitu dokter, insinyur, ahli mekanikal elektrikal, ahli instrumentasi medis dan lainnya bertolak ke Kairo Mesir, negara yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza, Ahad (16/02/2020) pagi.

Katanya, tim ini dijadwalkan tiba di Kairo Mesir pada Minggu malam, dan berencana untuk melanjutkan perjalanan darat esok paginya menuju Perbatasan Rafah untuk mencoba menembus Jalur Gaza Palestina.

Ia mengungkapkan, tujuan keberangkatan Tim adalah untuk melakukan supervisi pembangunan tahap 2 RS Indonesia di Gaza yang sudah berlangsung selama satu tahun.

“Bulan ini satu tahun lalu, kami memberangkatan 32 relawan ke Jalur Gaza untuk memulai pembangunan tahap 2, yaitu membangun dua lantai tambahan untuk menambah kapasitas tempat tidur sebanyak 100 buah lagi dan melengkapi alat kesehatan tambahan karena bangunan dan 100 lebih tempat tidur lebih yang ada saat ini sudah tidak dapat menampung pasien yang datang berobat,” kata Faried dalam keterangan tertulis.

 

Baca juga:

Indonesia Dorong Dialog Semua Pihak untuk Perdamaian Palestina

 

“Bulan ini tepat satu tahun proses pembangunan tahap dua telah berlangsung, untuk itu kita perlu segera melakukan supervisi,” tegasnya lagi.

Keberangkatan Tim diputuskan setelah adanya izin masuk Gaza dan izin masuk Mesir yang telah didapat oleh Tim dari otoritas setempat.

“Setelah menunggu sekitar 3,5 bulan akhirnya kedua izin kami dapatkan dan kami segera memutuskan untuk berangkat ke Gaza,” kata Faried. Tim supervisi berencana bertugas di Jalur Gaza selama dua pekan.

Ia menuturkan, saat ini sebanyak 29 relawan tengah bertugas di Jalur Gaza untuk menunaikan pembangunan tahap dua RS Indonesia. Waktu pembangunan diperkirakan selama 1,5 – 2 tahun, namun semuanya tergantung situasi di lapangan.

“Kami memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar perjalanan yang kami sadari tidak mudah dan penuh resiko ini, agar senantiasa diberi perlindungan, kemudahan dan kelancaran. Kami juga mohon doa bagi para relawan yang sedang bertugas di Jalur Gaza juga agar senantiasa diberi kekuatan untuk menunaikan amanah ini ditengah berbagai krisis yang tengah melanda Jalur Gaza, juga menguatkan para keluarga relawan yang berada di tanah air. Doakan kami, doakan rakyat Palestina,” ungkapnya.

Ditanya mengenai biaya yang dibutuhkan untuk merampungkan pembangunan tahap ini, Faried mengungkapkan biaya untuk bangunan dan alat kesehatan diperkirakan mencapai Rp 70 hingga 75miliar.

Untuk itu, Faried berharap terus dukungan dari rakyat Indonesia untuk pembangunan tahap dua RS Indonesia. “Bismillah, semoga kita bisa mewujudkan pengembangan RS Indonesia sebagai bukti cinta dan dukungan dari rakyat Indonesia untuk perjuangan rakyat Palestina,” harapnya. (hmz/rls)

 

Baca juga:

Terkait Virus Corona, MER-C Rekomendasikan Karantina WNI di Indonesia

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store