Responsive image
Responsive image
Home / News
Responsive image
14 Feb 2020

Meski Lumpuh, Guru di Malaysia Ini Tetap Semangat Ajarkan Alquran 

Mustar  - News
Responsive image

gomuslim.co.id Kekurangan fisik tidak pernah menjadi penghalang bagi pria ini untuk mengajar ilmu agama termasuk mengajar Alquran kepada masyarakat. Dia adalah Mohamad Azfar Mohd Yusuf (32), pria yang tetap bersemangat mengajar Alquran kepada 30 pelajar berusia enam sehingga 17 tahun di rumahnya meski pun dengan berbaring.

Karena kemahirannya dalam mengajar Alquran, Azfar mendapatkan Sijil Pentaulihan Mengajar Agama Islam Negeri Kedah, Malaysia. Azfar sendiri mengalami masalah saraf sejak kecil yang membuat hampir seluruh anggota badannya tidak mampu bergerak. Meski begitu ia tetap mengajar Alquran.

Menurut Azfar, pengajian Alquran yang dijalankannya bermula sejak 2005 setelah menggantikkan sang kakak, Mohd Asyraf (35) yang mendapat pekerjaan di pemerintahan.

“Waktu itu murid abang ramai. Saat abang sudah tidak mengajar mengaji lagi, murid berharap ada yang mengambil alih tugas abang. Ibu saya, Naimah Mohd Saad (63) meminta saya gantikan abang. Awalnya saya agak keberatan karena memikirkan keadaan diri. Saya takut tak mampu mengajar dengan baik. Namun, saya mencoba mengajar 10 murid saja ketika itu sebagai permulaan,” katanya seperti dilansir dari publikasi Hmetro, Jumat (14/02/20).  

Azfar mulai mempelajari ilmu agama sejak berusia 13 tahun melalui pengajian di rumah dengan mendatangkan beberapa tenaga pengajar. Dia tidak mampu melanjutkan sekolah karena keadaan fisik.

Ia mengaku berhenti setelah tamat SD. Alasannya karena Azfar tidak mau menyusahkan ibu bapaknya yang terpaksa mengendong dia ke sekolah. Selain itu aktivitas di sekolah juga, kata dia, tidak sesuai dengan keadaannya fisiknya.

Dia hanya mengaji di rumah. Setiap hari Azfar mendalami ilmu agama termasuk ilmu tajwid untuk memantapkan penguasaan dalam bacaan Alquran. Azfar juga mengajar tajwid untuk murid, memberi pemahaman lebih mendalam tentang bacaan Alquran. “Ngajar tajwid diadakan seminggu sekali dan saya akan mengajar melalui televisi yang disambung ke telepon yang berkaitan hukum tajwid,” ungkapnya. 

Dengan cara tersebut, Azfar merasa muridnya akan lebih mudah memahami sekaligus dapat membaca Alquran dengan lebih baik.

 

Baca juga:

Meski dari Iqra, Tukang Cukur Ini Semangat Belajar Mengaji 

 

Azfar menerima banyak permohonan dari masyarakat sekitar untuk mengajar Alquran. Tapi bagaimana pun, ia tetap membatasi jumlah pelajar. “Ada permintaan masyarakat yang ingin menghantar anak mereka. Ada juga murid yang sudah khatam ingin mengulang membaca Alquran. Namun, saya terpaksa membatasi hanya 30 murid,” katanya.

Ia mengaku bersyukur karena kebanyakan muridnya begitu memahami keadaan dirinya sekaligus memudahkan saat pengajian berlangsung. Pelajar yang lebih dewasa selalu membantunya mengawal pelajar muda dan akan menolong sekiranya dia memerlukan bantuan.

“Selain pengajian di dalam kelas, saya juga menjalankan pengajian Alquran untuk orang dewasa melalui aplikasi WhatsApp. Saya hanya mau menjadi contoh kepada masyarakat. Apa yang saya lakukan hanyalah mencari ridha Allah sebagai bekal di akhirat kelak. Selagi mampu, saya akan terus membantu masyarakat dalam memantapkan lagi penguasaan Alquran,” katanya. (Mr/Hmetro)

 

Baca juga:

Tak Digaji, Aminatus Sadiyah Ikhlas Ajarkan Warga Pedalaman Papua Mengaji

Responsive image
BACA JUGA
Responsive image
Responsive image
Responsive image
Responsive image
Responsive image
Responsive image
KOMENTAR
Responsive image
TULIS KOMENTAR
Kode Acak

*Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka

Responsive image
Responsive image