:
:
News
Raja Salman Kembali Tunjuk Sheikh Sudais Jadi Kepala Kepresidenan Dua Masjid Suci

gomuslim.co.id - Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud mengeluarkan dekrit kerajaan yang memperpanjang jabatan Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais sebagai kepala Kepresidenan untuk Urusan Dua Masjid Suci, selama empat tahun kedepan, Senin (10/2/2020).

Dilansir dari Saudi Gazette, Rabu (12/02/20), Al-Sudais mengucapkan terima kasih kepada Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan memperpanjang masa jabatannya

Ia mengatakan jabatan ini merupakan tugas besar dan mendapat perhatian besar dari penguasa kerajaan. “Perhatian tersebut membantu tugasnya menjadi lebih mudah dan kompeten. Ini sejalan dengan bimbingan dan tindak lanjut yang cermat dari kepemimpinan yang bijaksana dalam melayani Dua Masjid Suci dan mereka yang berkunjung tahu ini adalah aspirasi kepemimpinan Kerajaan,” tambahnya. 

Sudais merupakam sosok yang dekat dengan banyak orang, termasuk jurnalis. Tahun lalu, pria yang sudah dipercaya menjadi imam Masjidil Haram sejak usia 22 tahun itu menerima kunjungan jurnalis dari negara muslim, sebelum pelaksanaan Wukuf.

Pada kesempatan itu, Sudais menyampaikan pesan bahwa haji merupakan cara untuk memperkuat persatuan antarumat. Dia juga mengingatkan bahwa Islam merupakan agama yang penuh dengan cinta damai.

 

Baca juga:

Imam Haramain Nilai Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini Lancar dan Sukses

 

Abdurrahman as-Sudais merupakan ulama kelahiran Riyadh, 10 Februari 1960. Ia menjadi Imam dan Khatib Masjidil Haram sejak tahun 1404 H, pertama kali menjadi Imam salat ashar pada tanggal 22 Sya'ban 1404 H dan pertama kali menyampaikan khutbah pada tanggal 15 Ramadhan 1404 H.

Ia menghabiskan masa kecilnya di Riyadh, kemudian ia menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Dasar al-Mutsanna bin Haritsah, kemudian ia masuk ke Ma'had 'Ilmi (Sekolah Menengah Kejuruan) Riyadh. Ia telah menghafal Alquran pada usia 12 tahun dan menghafal Alquran dari banyak guru di Riyadh atas bimbingan Syaikh Abdurrahman bin Abdullah Alu Faryan, kedua orang tuanya berterima kasih kepada guru-guru yang telah mengajarkan as-Sudais. 

Ia juga belajar dari Syaikh al-Muqri Muhammad Abdul Majid Dzakir dan Syaikh Muhammad Ali Hasan. Dan lulus dari sekolah tersebut dengan membaca Alquran menggunakan qira'at Hafs dari Ashim pada tahun 1979/1399 H dengan predikat sangat baik. Kemudian ia melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.

Pada tahun 1408 H ia menyelesaikan studi magisternya dengan predikat Cum Laude dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Fakultas Syari'ah Jurusan Ushul Fiqih. Kemudian ia menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Umm Al-Qura dengan predikat Cum Laude, kemudian disertasinya yang berjudul Studi dan Penelitian Kitab al-Wadhih fi Ushulul Fiqh karya Abu al-Wafa bin 'Aqil al-Hanbali dicetak pada tahun 1416 H. (Mr/ Saudi Gazette)

 

Baca juga:

Wakili Indonesia, Hidayat Nur Wahid Hadiri Sidang Liga Islam Dunia di Makkah

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store