:
:
News
Ini Alasan India Lakukan Sensus Sosial Muslim Pribumi dan Bangladesh 

gomuslim.co.id – Pemerintah negara bagian India, Assam akan melakukan sensus sosial ekonomi muslim pribumi. Tujuan sensus itu untuk memisahkan muslim pribumi dari imigran Bengal Timur, Pakistan Timur atau yang sekarang dikenal Bangladesh.

Sensus akan dilaksanakan mulai Maret tahun ini. Ketua Dewan Pengembangan Minoritas Assam, Muminul Aowal, mengatakan, Survei itu terutama akan mencakup komunitas Goria, Moria, Desi dan suku teh Jolha, yang dianggap pemerintah sebagai penduduk asli (seperti suku etnis dan komunitas lain di negara bagian itu).

"Nama-nama Muslim pribumi dan Muslim Bangladesh sama. Akibatnya, pemerintah menghadapi masalah mengidentifikasi mereka selama penerapan berbagai skema kesejahteraan. Pemerintah kami berkomitmen menuju kesejahteraan Muslim pribumi, mereka seharusnya memiliki identitas terpisah," kata Aowal seperti dilansir dari publikasi Times Of India, Senin (10/2/2020).

Ia menambahkan, persiapan untuk sensus itu sudah mencapai tahap final. Ia berharap pelaksanaannya akan dimulai dalam tahun keuangan ini.

 

Baca juga:

Terkait UU Anti-Muslim, MA India Siap Dengarkan Petisi Penolakan

 

Sementara itu, departemen pengembangan minoritas Assam akan mengadakan pertemuan pada 11 Februari 2019 dengan para pemangku kepentingan dari komunitas Muslim pribumi. Mereka akan menerapkan perputaran jadwal untuk sensus semacam itu yang pertama kali dilakukan di Assam. Selain itu, menurutnya, pemerintah Assam juga akan menyelesaikan pedoman untuk survei tersebut.

Populasi Muslim di Assam berjumlah sekitar 34,22 persen dari 3,55 crore penduduk negara bagian itu. Angka itu termasuk sekitar 40 lakh Muslim pribumi. Langkah untuk menggelar survei ini datang di saat proporsi penduduk pribumi Assam menurun menjadi 40,45 persen pada 2016 karena masuknya migran. Sebelumnya, pada 2001, penduduk pribumi Assam berjumlah sekitar 47 persen dari populasi.

Di Assam sendiri, agama-agama terdiri dari Hindu sebesar 61,47 persen, Muslim 34,22 persen, Kristen 3,74 persen, Budha 0,18 persen, Jain 0,08 persen, agama lain 0,09 persen dan yang tidak disebutkan 0,16 persen. (hmz/timesofindia/rep)

 

Baca juga:

Izinkan Kegiatan Remaja dan Program Sekolah, Masjid Indiana AS Diperluas

Responsive image
Other Article
Responsive image