:
:
News
London Hackathon Jadi Daya Tarik Baru bagi Pemuda Muslim Inggris

gomuslim.co.id - Kegiatan ‘Hackathon’ kini telah menjadi salah satu daya tarik baru bagi pemuda Muslim di London, Inggris. Hal tersebut terlihat dari meriahnya acara bertajuk An Islamic Education in the 21st Century hackathon yang berlangsung di Akademi Makers, sebuah sekolah kode di London baru-baru ini.

Acara dipimpin oleh Muslamic Makers dan Deen Developers, dua organisasi yang bermarkas di London. Organisasi ini berharap dapat menghubungkan para teknolog Muslim menggunakan keterampilan mereka untuk komunitas Muslim secara keseluruhan.

Sohaib Saeed, seorang penerjemah teks-teks Islam Skotlandia, adalah salah seorang yang hadir. Dia harus berkendara hampir 400 mil dari Glasgow, Skotlandia menuju kota London.

Kepala Penelitian di Bayyinah Institute ini merupakan spesialis studi dan penafsiran Alquran. "Bidang saya adalah studi Islam, jadi saya tidak biasanya terlihat di hackathons. Tapi saya datang karena saya melihat orang-orang tertarik untuk terlibat secara tulus dengan dan memajukan pembelajaran Islam," ujarnya seperti dilansir dari publikasi Religion News Service, Ahad (09/02/2020).

Pengetahuan & Pembelajaran

Dalam acara hackathon ini, para peserta berharap agar dapat menciptakan alat yang bisa digunakan semua Muslim Inggris untuk menutup celah dalam akses ke pengetahuan dan pembelajaran Islam tradisional.

"Sebagai profesional yang bekerja, kita sering jatuh ke dalam rutinitas: bangun, pergi bekerja, kembali, bersantai, berdoa, tidur, lakukan semuanya lagi," Ibrahim Javed, pendiri Deen Developers dan seorang insinyur perangkat lunak di Deloitte, mengatakan kepada 50 peserta.

 

Baca juga:

Ini Muslim Pertama yang Jabat Kepala Kepolisian di Amerika Serikat

 

Ia menyebut, acara hacktathon ini menjadi ajang pembuktian bahwa jika seseorang dapat menggunakan sedikit waktu dan memanfaatkan keterampilan, maka dia dapat mencapai sesuatu yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat secara luas.

Arfah Farooq, salah satu pendiri Muslamic Makers, mengatakan tujuan acara ini adalah untuk berkontribusi pada tantangan yang terkait dengan iman.

"Kami ingin menyatukan umat Muslim yang bekerja di bidang teknologi untuk saling mendukung dalam ruang yang tidak dirancang khusus untuk minuman keras, di mana ada ketentuan doa dan hal-hal seperti itu," kata Farooq.

Ia menambahkan, jika ada organisasi seperti ini dirinya dapat percaya diri keluar tanpa perlu menyembunyikan agama dan identitasnya. “Saya belajar bahwa saya dapat menuntut hak-hak saya dan itu akan mengubah segalanya," sambungnya.

Untuk diketahui, hackathon adalah ajang berkumpulnya programmer, project manager, ict researcher/enthusiast untuk membangun aplikasi (hacking) yang menyelesaikan masalah tertentu.

Pembuatan aplikasi ini dilakukan dengan sangat singkat (1-3 hari) alias marathon. Sehingga kalau disambungkan hacking + marathon muncul istilah hackathon. (jms/Religion News Service/About Islam)

 

Baca juga:

Ini Daftar 33 Tokoh Penerima Penghargaan British Muslim Awards 2020

 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image