:
:
News
Kemenag Siapkan Kuota Haji Prioritas Lansia Tahun 2020, Ini Syaratnya

gomuslim.co.idCalon jemaah haji lansia tahun ini berkesempatan mendapat kuota khusus dari pemerintah. Kebijakan ini dibuat untuk memotong masa tunggu jemaah yang sudah berusia lanjut sehingga tidak terlalu lama. 

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Muhajirin Yanis, mengatakan, kuota haji khusus lansia baru tersedia tahun ini. Namun demikian, ada syarat yang harus dipenuhi supaya jemaah bisa mendapat prioritas pemberangkatan ke Tanah Suci.

Adapun syarat dari Kemenag bagi calon jemaah kuota haji khusus diantaranya, pertama, usia jemaah paling rendah 95 tahun dengan masa tunggu tiga tahun, atau terdaftar sebelum 26 Juni 2017. Kedua, usia 85-95 tahun dengan masa tunggu minimal lima tahun. Ketiga, usia 65-85 tahun dengan masa tunggu 10 tahun.

Rinciannya, lansia dengan usia di atas 95 tahun dan masa tunggu 3 tahun, berjumlah 441 orang. Lansia berusia 85-95 tahun dengan masa tunggu 5 tahun sejumlah 1505 orang. Terakhir, kategori lansia usia 75-85 tahun dengan masa tunggu 10 tahun berjumlah 94 jemaah.

Ia menegaskan, syarat tersebut berlaku di seluruh Indonesia dan akan diterapkan di seluruh kantor wilayah. Calon jemaah haji baru dianggap lansia dan bisa menjadi prioritas jika sudah berusia minimal 65 tahun.

 

Baca juga:

Tingkatkan Layanan Haji 2020, Kemenag Siapkan Sembilan Strategi

 

Kuota haji khusus lansia tersedia sebanyak satu persen dari kuota haji reguler sebanyak 204 ribu. Artinya, kuota haji lansia tersedia sebanyak 2.040 untuk seluruh calon jamaah haji di seluruh Indonesia. Jumlah total kuota jamaah haji 2020 adalah sebanyak 221 ribu untuk reguler dan khusus.

Sebelumnya Menteri Agama, Fachrul Razi mengatakan upaya pemberian kuota khusus bagi jamaah ini akan dilakukan secara rutin. Secara bertahap, jumlah kuotanya pun akan bertambah, tergantung situasi dan kondisi yang ada.

"Tapi kembali kuota ini bisa bertambah. Kita cicil-cicil dulu. Kan melihat usia mereka, kalau masih menunggu lagi apakah masih ada, ya mudah-mudahan masih ada," ujarnya.

Berdasarkan Undang-Undang No 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, delapan persen dari kuota haji nasional yang ada dialokasikan untuk jamaah haji khusus. Jumlahnya mencapai 17.680 jamaah.

Selanjutnya, perihal kuota jamaah haji 2020, Kemenag masih berupaya mendorong pemerintah Arab Saudi untuk menambah jumlah jamaah haji asal Indonesia yang berangkat. Menteri Agama menyebut pihaknya menunggu jawaban dari Saudi untuk usulan tersebut.

"Kuota dari Saudi untuk Indonesia 221 ribu jamaah. Mereka bilang yang memastikan kuota OKI, bukan pemerintah. Mereka tidak berani menambah kuota. Tapi kalau Indonesia minta tambahan jamaah, disarankan mengajukan surat ke Saudi," tuturnya. (Mr/detik/ihram)

 

Baca juga:

Kemenag Prioritaskan 20.400 Jemaah Lansia Berangkat Haji Tahun Ini

Responsive image
Other Article
Responsive image