:
:
News
Indonesia Dorong Dialog Semua Pihak untuk Perdamaian Palestina

gomuslim.co.id – Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina untuk Indonesia mengkampanyekan penolakan keputusan rapat sepihak antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu terkait rencana perdamaian Timur Tengah bertajuk Middle East Peace Plan alias perdamaian Palestina dan Israel yang akan tetapi sangat merugikan rakyat Palestina.

Wakil Kedubes Palestina untuk Indonesia, Taher Ibrahim Abdallah Hamad mengajak rakyat Indonesia untuk menolak perundingan sepihak karena keputusan yang dihasilkan tersebut hanya menguntungkan Israel yaitu tetap menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

“Mereka mencoba menyogok kita dengan iming-iming investasi fantastis bagi rakyat Palestina. Jelas kami tidak terima. Al Quds Yerussalem adalah kiblat pertama umat Islam. Ini tidak akan bisa dijual dengan apapun. Kami akan mempertahankannya,” kata Taher saat Konferensi Pers “No For Deal of Century” di Kedutaan Besar Palestina, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).

 

Baca juga:

Indonesia Minta OKI Bersatu Jaga Solidaritas Perdamaian Palestina

 

Sementara itu, Wakil Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Indonesia, Ahimsa Sukartono secara tegas menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina. “Indonesia menegaskan kembali bahwa pada saat membicarakan isu Palestina, maka Indonesia secara konsisten berpegang teguh pada amanah konstitusi," kata Ahimsa.

Kemudian, Yakhsyallah Mansur selaku Pimpinan Aqsa Working Group meminta kepada seluruh umat Islam tidak tergiur dengan penawaran apapun yang diberikan Amerika Serikat maupun Israel. "Iming-iming apapun demi menjual Al Quds, jelas kita harus menolak. Kita harus kuat mempertahankan tempat umat Islam itu," tegasnya.

Pimpinan Aqsa Working Group, Yakhsyallah Mansur

Ia mengungkapkan, Islam adalah Rahmatan Lil’alamin yang memberikan rahmat bagi semua agama. Menurutnya, Islam yang damai di seluruh dunia telah memberikan kebebasan kepada manusia dalam beragama.

“Islam itu cinta damai, rahmat bagi semuanya. Contohnya Indonesia, populasi Islam jauh lebih besar dari agama lain. Tapi Islam memberikan kedamaian dengan mempersilahkan umat dari agama lain untuk beribadah,” ungkapnya.

Karena itu, katanya melalui Al Aqsa dapat menjadi rumus simbol kedamaian antar umat beragama. “Al Quds memang milik umat Islam, tapi melalui Aqsa dunia ini berada di kedamaian. Siapapun memiliki hak dalam beragama, Al Aqsa sebagai simbol kedamaian, mempersilahkan itu. Buktinya, non Muslim yang berada di Al Quds dapat melakukan ibadahnya dengan tenang,” imbuhnya.

Menurutnya, penyelesaian masalah palestina harus berlandaskan prinsip yang menghormati hukum internasional dan parameter yang telah disepakati oleh pihak internasional. Mansur mendorong dihidupkannya kembali dialog yang melibatkan para pihak demi tercapainya stabilitas dan perdamaian abadi.

Untuk diketahui, hadir dalam konferensi itu, Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur, Sekretaris Kedutaan Besar Palestina Taher Hammad, Ketua Aqsa Working Group Agus Sudarmaji, Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Murad, Ahimsa Sukartono mewakili Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan Ketua Bidang Diplomasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Franky Darwin.

Sejumlah NGO turut hadir dalam aksi tolak ‘Deal of Century’ yang diadakan di Kedubes Palestina, di antaranya AWG dari sejumlah wilayah (Jabodetabek, Jabar) dan Lampung), FPI, serta Adara. (hmz)

 

Baca juga:

Konferensi PUIC, Indonesia Minta Delegasi Internasional Peduli Muslim Minoritas

Responsive image
Other Article
Responsive image