:
:
News
Terkait Muslim Rohingya, Otoritas Islam Mesir Apresiasi Sikap Gambia

gomuslim.co.id – Otoritas Islam tertinggi Mesir Al Azhar memberikan pujian atas sikap Gambia terkait persoalan kemanusiaan yang menimpa Rohingya. Gambia telah mengajukan kasus pidana ke Pengadilan Kriminal International (ICI) terkait penindasan Muslim Rohingya oleh Pemerintah Myanmar. 

Dilansir kantor berita Middle East Monitor pada Selasa (28/1/2020), Mufti Besar Mesir, Shawki Allam mengatakan pada Konferensi Global Al Azhar, Gambia memperlihatkan sikap heroiknya yang tidak dapat dilupakan.

Menurutnya, sikap Gambia sangat lantang menentang Pemerintah Myanmar dengan mengutuk pembunuhan, penyalahgunaan, dan genosida terhadap Muslim Rohingya. "Peristiwa semacam itu (sikap Gambia soal Rohingya) tidak boleh berlalu tanpa perhitungan," kata Allam pada konfrensi Global Al Azhar membahas tema ‘Renovasi Wacana Islam’ di ibu Kota Mesir, Kairo.

Ia mengungkapkan, di tengah kelalaian masyarakat internasional yang kurang menganggap isu Rohingya penting, Gambia justru berjuang memperjuangkan keadilan tersebut ke pengadilan internasional. Beliau bahkan menyebut kelalaian negara Muslim lainnya yang kurang berminat menangani isu Rohingya sebagai aib.

 

Baca juga:

Bantu Muslim Rohingya, Pemerintah Inggris Gelontorkan Dana 87 Juta Poundsterling

 

Myanmar menjadi pusat perhatian dunia pada 2017 ketika militer Burma secara paksa memindahkan lebih dari setengah juta Muslim Rohingya dari negara bagian Rakhine dan memaksa mereka berpindah ke negara tetangga, Bangladesh. Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) kemudian menyerukan Pemerintah Myanmar dibawa ke hadapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembersihan etnis dan genosida.

Ini mendorong Uni Eropa (UE) memberlakukan kembali embargo senjata terhadap Myanmar. Pada saat yang sama, Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi ekonomi terhadap pasukan keamanan Burma dan para jenderal militer tingkat tinggi.

Untuk diketahuim Konferensi ini dihadiri sekelompok tokoh politik dan agama internasional terkemuka, perwakilan dari kementerian zakat, infak, dan sedekah Arab, dan dewan Islam dari 46 negara di dunia Islam. Selama konferensi, Allam meminta para cendekiawan Muslim untuk membahas pembaruan pemikiran Islam tanpa mengorbankan konstanta dan nilai-nilai Islam. (hmz/middleeastmonitor/rep)


Baca juga:

Menteri Turki Minta Bangladesh Bangun Kampung untuk Para Pengungsi Muslim Rohingya

Responsive image
Other Article
Responsive image