:
:
News
Kekhawatiran Muslim Uighur di Tengah Ancaman Virus Corona

gomuslim.co.id – Nasib Muslim Uighur yang hidup di kampung interniran berada pada ancama infeksi virus corona. Penyebaran virus asal Wuhan ini telah dikonfirmasi sampai di barat laut Provinsi Xianjang, tempat sekitar sejuta Muslim berada di kamp interniran.

Dilansir kantor berita Vox, Jumat (31/1/2020), para ahli telah memperingatkan bila terjadi infeksi virus corona, kemungkinan bakal berujung pada kematian ribuan orang. Akan tetapi, hingga saat ini memang belum ada bukti bahwa virus yang telah jadi ancaman global tersebut menginfeksi kamp manapun.

Profesor Georgetown University James Millward lewat kicauan di akun Twitter-nya mengatakan, beberapa kamp sudah melebihi kapasitas dengan tngkat kebersihan memprihatinkan. Jika penyebaran virus sampai ke sana, infeksi dari satu ke orang lain diperkirakan akan sangat mudah.

“Kondisi memprihatikan, tingkat kebersihan yang payah, penyebaran flu, dan pembangunan sistem imun tak baik, kondisi-kondisi ini bisa mengarah ke bencana besar. Virus corona bisa menambah dimensi krisis baru di Xianjang," katanya di akun Twitter miliknya.

 

Baca juga:

Resah Virus Corona, Wisatawan Muslim Asal China Ini Minta Maaf ke Warga Sumbar

 

Sementara itu, Presiden World Uyghur Congress Dolkun Isa mengatakan, pemerintah Tiongkok harus melakukan apapun demi mencegah penyebaran virus corona sampai di wilayah-wilayah lebih luas, termasuk kamp-kamp interniran di Xianjang.

Beberapa pihak mengaku khawatir bahwa pemerintah akan memilih menyembunyikan fakta bila virus corona memang sampai menginfeksi kamp Muslim Uighur. "Saya tak bisa bayangkan pemerintah membiarkan kabar (penyebaran virus corona di kamp Muslim Uighur) ini beredar," ucapnya.

Untuk diketahui, pada 2017, pemerintah dilaporkan mulai membangun sejumlah kamp interniran di Xianjang dan membuat aturan bagaimana tempat tersebut terkonstruk dan berjalan.

Dilaporkan ada hampir 20 orang di sebuah ruangan seluar 16 meter persegi. Setiap ruangannya dsebut punya ember plastik sebagai toilet, di mana setiap prang diberikan dua menit per hari untuk menggunakannya. Ember tersebut dikosongkan sehari sekali. Kondisi yang sangat memprihatinkan ini diwanti-wanti tak bertambah nelangsa dengan infeksi virus corona. (hmz/vox)

 

Baca juga:

FOZ Gelar Diskusi Terkait Penyaluran Bantuan untuk Muslim Uighur

Responsive image
Other Article
Responsive image