:
:
News
Malaysia Selesaikan Regulasi untuk Bank Digital Berbasis Islam

gomuslim.co.id - Meningkatnya ketertarikan dunia tentang bank digital, membuat Malaysia turut mengembangkan sektor tersebut. Malaysia sendiri memiliki ekosistem ekonomi Islam paling maju. Kini, Malaysia telah menyelesaikan kerangka regulasi untuk bank-bank digital berbasis Islam. 

Bank Sentral Malaysia atau Bank Negara Malaysia mendorong sektor keuangan untuk bergabung dengan revolusi perbankan digital. Dimana saat ini, Bank Dunia sedang mempersiapkan penerbitan lima lisensi perbankan digital pertama Negara itu untuk pelamar yang memenuhi syarat, baik untuk bank konvensional dan syariah serta lembaga keuangan lokal dan asing.

Langkah untuk mendukung pengembangan bank digital di Malaysia mengikuti upaya yang dilakukan oleh regulator di Singapura dan Hong Kong, yang masing-masing telah menerbitkan kerangka kerja lisensi serupa dalam dua tahun terakhir. Tetapi, roadmap utama Malaysia secara eksplisit adalah memasukkan bank-bank Islam.

"Penerbitan lisensi perbankan digital adalah bagian dari serangkaian langkah-langkah yang diadopsi oleh bank sentral untuk memungkinkan integrasi inovatif teknologi ke sektor keuangan," ujar perwakilan Bank Sentral Malaysia seperti dilansir dari publikasi Halal Times, Rabu (29/1/2020).

 

Baca juga:

Bantu UKM, Alliance Islamic Bank Luncurkan Program Halal-In-One

 

Malaysia sendiri dinilai berpotensi untuk bergabung dengan layanan perbankan syariah digital jika Maybank dan CIMB menerima lisensi perbankan digital. Keduanya mendirikan bank-bank Malaysia dengan jendela islami besar yang kabarnya menyingkirkan izin perbankan frontal.

Diketahui, munculnya perbankan digital juga merupakan peluang bagi bank syariah yang hadir di tengah pertumbuhan industri yang lebih lambat selama tiga tahun terakhir. Terlepas dari 'underbanked' dan usaha kecil dan menengah, yang akan menyambut perbankan digital pada fase pertama.

Ada segmen pelanggan baru untuk ditangani karena pelanggan keuangan Islam telah menjadi lebih muda dan lebih kaya dan mengambil keuntungan dari e-commerce di sektor-sektor seperti pariwisata, fashion, kesehatan, kecantikan, serta media dan hiburan.

Selain itu, ada sekitar 60 juta klien muda potensial di GCC saja, dan banyak dari mereka dilengkapi dengan gadget teknologi terbaru dan karenanya semakin mobile dengan akses ke teknologi yang lebih baik daripada sebelumnya.

Dengan peta jalan perbankan digital terbuka untuk bank-bank Islam, Malaysia pun dinilai akan bisa menjadi panutan bagi yurisdiksi Islam lainnya untuk mengeluarkan lisensi perbankan digital karena negara tersebut memberi sinyal bahwa digitalisasi layanan perbankan bukan lagi program khusus, melainkan kebutuhan komersial.

Industri keuangan Islam sendiri telah sedikit lebih lambat dalam beradaptasi dengan peluang digital baru. Meskipun sudah ada beberapa bank digital Islam telah diluncurkan di masa lalu, mereka tidak sebesar perusahaan konvensional mereka atau juga terkenal.

Contohnya adalah Insha, kerja sama Bank Partisipasi Turki Albaraka Turk dengan bank Jerman Solaris, dan beberapa lainnya seperti Boubyan Bank. Selain itu, Qatar Islamic Bank sebagai bagian dari transformasi digitalnya telah mengembangkan unit layanan pembiayaan digital sepenuhnya yang telah menerima sejumlah penghargaan. (mga/Halaltimes)

 

Baca juga:

KNKS, Komite Percepatan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store