:
:
News
Ilmuwan Muslim Ini Ternyata Penemu Virus Corona

gomuslim.co.id - Saat ini, dunia sedang dihebohkan dengan merebaknya salah satu virus jenis baru yaitu virus corona (CoV). Virus mematikan yang berasal dari Wuhan, China ini memiliki gejala yang mirip dengan Server Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Orang yang terkena virus ini pada mulanya akan mengalami demam, flu, batuk hingga sakit pernapasan yang akut. Hingga saat ini 106 orang meninggal akibat dari virus corona ini, sementara persebaran virus sudah mencapai ke 16 negara.

Virus ini disebut-sebut berasal dari kelelawar dan pertama kali mewabah di Wuhan, China. Hingga kini belum ada ada obat atau vaksin yang dapat mencegah atau mengobati wabah penyakit itu.

Ada satu hal yang tidak diketahui banyak orang terkait fenomena virus ini. Ternyata, orang yang pertama kali menemukan virus Corona (CoV) ini adalah seoranga ilmuan muslim bernama Ali Mohamed Zaki, PhD. Profesor dokter berkebangsaan Mesir ini merupakan seorang virologist dari Rumah Sakit Dr. Soliman Fakeeh di Jeddah, Arab Saudi.

 

Baca juga:

Wabah Virus Corona, Masjid Putra Malaysia Tutup Akses untuk Pengunjung Non Muslim

 

Dokter Ali Mohamed Zaki bersama dengan beberapa ilmuwan virologist dari Belanda berhasil mempublikasikan hasil temuannya pada Oktober 2012 di situs jurnal The New England Journal of Medicine (NEJM). 

Pada Juni 2012, Dokter Ali Mohamed Zaki memeriksa seorang pria yang telah meninggal akibat pneumonia parah dan gagal ginjal akut. Ia juga meminta kerja sama dengan seorang rekan virologistnya dari Belanda, Ron Fouchier, yang bekerja di laboratorium Viroscience, Erasmus Medical Center (EMC), Rotterdam, Belanda, salah satu laboratorium virologi terkemuka di dunia.

Di laboratorium inilah akhirnya diketahui bahwa penyebab infeksi pasien itu adalah virus varian baru dari jenis coronavirus. Karena virus itu diisolasi pertama kali di EMC, virus itu kemudian diberi nama HCoV EMC (Human CoronaVirus Erasmus Medical Center).

Analisis menunjukkan bahwa virus HCoV EMC tersebut sangat dekat kekerabatannya dengan coronavirus yang ditemukan di kelelawar (bat coronavirus, yaitu BatCoV-HKU5 dan BatCoV-HKU4). Meskipun demikian, pada saat itu belum diketahui bagaimana cara atau mekanisme penularannya ke manusia.

Kini, setiap ilmuwan di seluruh dunia yang membicarakan dan mempublikasikan kasus atau riset berkaitan dengan virus MERS-CoV pasti merujuk pada artikel NEJM yang ditulis oleh Profesor Dokter Ali Mohamed Zaki tersebut.

 

Baca juga:

Heboh Wabah Virus Corona, Ini Doa Agar Terhindar dari Segala Penyakit

 

Data terbaru dari WHO pada 26 Januari 2020 mengungkapkan bahwa virus Corona telah meningkat sebanyak 694 kasus. Sehari sebelumnya tercatat 1.320 orang terjangkit penyakit dengan 56 korban tewas.

Dari total 2.014 kasus yang terkonfirmasi, sebanyak 1.985 kasus dilaporkan berasal dari Cina termasuk lima kasus di Hong Kong, dua kasus di Macau, dan tiga kasus di Taipei. Beberapa negara dengan jumlah kasus virus Corona bertambah masing-masing satu kasus adalah Thailand menjadi lima kasus, Singapura empat kasus, dan Australia empat kasus. Virus Corona juga terdeteksi di beberapa negara lain termasuk Malaysia, Vietnam, Nepal, Amerika Serikat, dan Prancis. (Mr/sindo/akurat)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store