:
:
News
Ini Respon Arab Saudi Terkait Kebijakan Israel Izinkan Warganya Haji dan Umrah

gomuslim.co.id - Beberapa hari yang lalu Minggu (26/1/20), Menteri Dalam Negeri Israel, Aryeh Deri mengatakan warga muslim Israel secara resmi akan diperbolehkan bepergian ke Saudi untuk menjalankan ibadah haji dan umrah.

Selain perjalanan ibadah, warga Israel baik muslim maupun yahudi juga diizinkan melakukan perjalanan bisnis dengan syarat mendapat undangan dari instansi resmi Saudi dan memiliki semua dokumen yang diperlukan.

 

Baca juga:

Israel Izinkan Warga Muslim Ibadah Haji dan Umrah

 

Merespon hal tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi mengumumkan bahwa warga negara Israel tidak bisa melakukan kunjungan ke kerajaan tersebut untuk saat ini. "Kebijakan kami adalah tetap. Kami tidak punya hubungan dengan Israel dan para pemegang paspor Israel tak bisa berkunjung ke kerajaan ini untuk saat ini," kata Pangeran Faisal bin Farhan Menlu Arab Saudi, Selasa (28/1/2020).

 

Baca juga:

Ini Jawaban Dubes Arab Saudi Terkait Kuota Haji Indonesia

 

Perlu diketahui, beberapa bulan terakhir Israel tengah berupaya menjalin hubungan dengan negara-negara arab. Israel memiliki perjanjian perdamaian hanya dengan dua negara Arab yakni Yordania dan Mesir. Kebanyakan negara-negara Arab tidak mempunyai hubungan diplomatik resmi dengan Israel, termasuk masuk Saudi. Faktor terbesar gagalnya diplomatik antara Israel dengan negara negara disebabkan pendudukan Israel di wilayah Palestina. 

Walau tak memberi izin masuk warga Israel, Farhan mengaku bahwa Saudi terus mendukung solusi damai antara Israel dengan Palestina. "Ketika pakta perdamaian antara Israel dan Palestina tercapai, integrasi antara Israel dan negara di kawasan Timur Tengah akan mulai dinegosiasikan lagi saya yakin itu," tutur Farhan.

Komentar Farhan itu muncul menjelang keputusan Amerika Serikat mengumumkan rencana perdamaian Israel-Palestina gagasan Presiden Donald Trump pada Selasa (28/1) siang waktu AS. Gagasan Trump itu telah ditolak Palestina yang menganggap sikap AS berat sebelah lantaran membela Israel secara sepihak. (Mr/detik/dbs))

Responsive image
Other Article
Responsive image