:
:
News
Ini Pandangan Dua Tokoh Muslim tentang Hukum Bayi Tabung

gomuslim.co.id – Tidak semua pasangan suami-istri (pasutri) senantiasa dikaruniai Allah SWT keturunan. Ada beberapa pasutri yang harus diuji kesabarannya dan kesetiaannya lantaran tak kunjung diberikan anak.

Berbagai cara dan upaya pun dilakukan sebagai bentuk ikhtiar pasutri untuk bisa mendapatkan keturunan. Salah satunya yakni program bayi tabung. Namun, cara ini mendapat pandangan beragam dari kalangan ulama. 

Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia, Ustadz Fauzan Amin mengatakan, dalam kondisi darurat program bayi tabung diperbolehkan asal sperma yang digunakan adalah sperma suami. Sedangkan jika spermanya bukan dari suami sendiri, maka hukumnya haram. 

"Boleh jika menggunakan sperma suami, dengan catatan pertama kondisi darurat, sudah tidak ada cara lain atau harus yakin bahwa hanya dengan cara itu bisa berhasil," ujar Fauzan.

Selain itu, perlu ditegaskan bahwa program bayi tabung sudah melalui kesepakatan bersama pasutri, khususnya sang perempuan sudah mendapatkan ridha dari suami sebelum menjalankan program bayi tabung. Kemudian, sang perempuan pun tetap harus menjaga aurat saat proses insiminasi.

 

Baca juga : 

Keluarkan Fatwa Bayi Tabung Halal, Ini Penjelasan Pengadilan Pakistan

 

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, Islam mengatur dengan tegas hukum bayi tabung. "Bayi tabung dianggap suatu solusi untuk menjawab problematika tersebut. Namun ingat, agama Islam yang di dalamnya memuat aturan multidumensional dan universal sangat memperhatikan dan menimbang kehati-hatian dalam memutuskan pembolehan (mubah) atau pengharaman atas proses bayi tabung tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sejumlah jumhur ulama sepakat bahwa hukum bayi tabung bisa bersifat haram apabila sperma yang ditabung atau dimasukan ke dalam rahim wanita tersebut ternyata bukan sperma dari suami sendiri. 

Hal ini seperti yang tertera didalam HR. Ibnu Abid-dunya dari Hasyim bin Malik al-thoi (Al-jami’ul Shoghir hadis no. 8030), yang berbunyi, "Tidak ada dosa yang lebih besar setelah syirik (menyekutukan Allah) di sisi Allah daripada maninya seorang laki-laki yang ditaruh pada rahim wanita yang tidak halal baginya." (mga/okezone/foto:cakrawala)

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store