:
:
News
18 Kantin Kampus Uhamka Terima Sertifikasi Halal LPPOM MUI

gomuslim.co.id – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Komestik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) memberikan sertifikat halal kepada 18 pengelola kantin di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka). 

Sertifikat halal ini diserahkan langsung oleh Direktur LP POM MUI DKI Jakarta, H. Muhammad Bayu Jagat Nata, Sp., kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum., di Ruang Mini Teater Lantai 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uhamka, Jl. Raya Bogor Km. 23 No. 99 Ps. Rebo, Jakarta Timur. Rabu, 15 Januari 2019.

Dalam sambutannya, Prof Gunawan Suryoputro mengatakan, sertifikasi halal yang diserahkan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Kampus Uhamka merupakan bentuk komitmen dalam melindungi civitas akademika dari produk-produk yang tidak halal dan tidak sehat.

“Kalau bicara makanan halal, siapa yang bisa menjamin bahwa makanan yang dikonsumsi anak-anak kita benar-benar terjamin halal baik dari segi proses maupun bahan-bahannya. Karena faktanya banyak makanan yang dijual di tengah masyarakat memiliki komposisi bahan material yang tidak semestinya. Penjual berlaku curang dengan memasukkan bahan-bahan yang tidak dibenarkan dalam Islam,” kata Rektor dalam keterangan tertulis, Kamis (16/01/2020).

Karena itu, Uhamka berinisiatif melakukan sertifikasi halal bagi pengelola kantin yang ada di 4 kampus Uhamka yakni kampus Limau, Kampus FEB Pasar Rebo, kampus FKIP dan kampus Klender. Dengan sertifikasi tersebut, maka ada jaminan bahwa makanan yang dikonsumsi civitas akademika di lingkungan kampus terjamin kehalalannya.

 

Baca juga:

Auditor Halal Masih Minim, Ini Kata Ketua Halal Institute

 

Ia meminta, pengelola kantin yang sudah mengantongi sertifikat halal untuk secara rutin mengikuti pengajian dan pembinaan yang digelar Uhamka. Pembinaan ini berkaitan dengan masalah kesehatan, standar pelayanan dan lainnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Dr Bunyamin M.Pd mengatakan di lingkungan kampus Uhamka terdapat 21 pengelola kantin. Dari 21 kantin tersebut, baru 18 yang memperoleh sertifikat halal. Dua kantin lainnya dalam proses sertifikasi dan satu kantin lagi mengundurkan diri.

Bunyamin menyatakan proses untuk mendapatkan sertifikat halal memang cukup berliku-liku. Selama 3 bulan, mereka harus mengikuti tahapan demi tahapan yang dilakukan Uhamka dan LPPOM MUI DKI Jakarta.

“Tetapi setelah mendapatkan sertifikat halal, mereka tidak lagi repot. Tinggal bagaimana supaya makanan yang dijual menjadi lebih toyyib,” terangnya.

Bunyamin menuturkan, untuk proses sertifikasi kantin itu sendiri, Uhamka siap membantu dari segi pembinaan maupun pembiayaan. Karenanya 18 kantin memperoleh sertifikat halal dengan cara cuma-cuma alias gratis. “Tetapi nantinya kalau ada lagi kantin di lingkungan UHAMKA yang mau mengajukan sertifikat halal, harus bayar ke LPPOM MUI,” tambahnya.

Kemudian, Kepala LPPOM DKI Jakarta Muhammad Bayu Jagatnata menyampaikan apresiasi atas inisiasi Uhamka untuk mewajibkan kantin bersertifikat halal untuk kantin di wilayahnya. Menurutnya, Uhamka adalah kampus pertama yang menerapkan sertifikasi halal di kantin yang beroperasi di lingkungan kampus.

“Terimakasih, Uhamka sudah bekerjasama dengan LPPOM MUI DKI Jakarta dalam hal sertifikasi kantin. Saya berharap kampus ini akan menjadi kampus yang barokah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pengelola kantin tersebut sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dan bimbingan terkait produk makanan halal yang digelar Uhamka bersama LPPOM MUI. (hmz/rls)

 

Baca juga:

Rencana Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMK Mulai Dapat Dukungan

Responsive image
Other Article
Responsive image