:
:
News
Menko PMK Sebut Muhammadiyah sebagai Gerakan Transformasi Ekonomi Syariah

gomuslim.co.id - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy mengatakan, persoalan mendasar yang dialami oleh masyarakat Indonesia masih berkutat dalam persoalan ekonomi. Dari satu ini kemudian menjalar dan menimbulkan persoalan lain.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir, didepan peserta 1th Community Empowerment Forum, Best Practices Program Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah di Edupark, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (11/1/2020). 

Menurutnya, persoalan ekonomi yang mendera rakyat bisa dientaskan dengan sinergi antara pemerintah dan organisasi non-pemerintah, yang keduanya bisa saling bersinergi untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Terkait persoalan ekonomi, tugas tersebut bisa dijalankan oleh Muhammadiyah, melalui MPM sebagai gerakan transformasi ekonomi.

"Tugas kita bersama adalah melangsungkan transformasi ekonomi syariah, karena banyak problem besar muncul dari persoalan ekonomi. Ekonomi ini menjadi yang paling pokok yang menyebabkan persoalan di bidang lain," ungkap Ketua PP Muhammadiyah ini.

 

Baca juga:

Terima Kunjungan Delegasi UMI, Wapres Ajak Kampus Kembangkan Ekonomi Syariah

 

Sehingga usaha-usaha pemberdayaan yang dilakukan harus mampu menyulap banyak hal menjadi kekuatan ekonomi. Dalam percaturan global, posisi Indonesia juga mengalami ancaman dari kebijakan yang dibuat oleh negara-negara penerima ekspor dari Indonesia. 

Perlu diketahui, diantara hulu dari persoalan ekonomi Indonesia adalah terkait adanya kebijakan penggunaan minyak sawit oleh negara asing. Karena di beberapa negara di Eropa menerapkan pelarangan untuk minyak sawit. Hal ini menjadi suatu yang merugikan, mengingat Indonesia tercatat sebagai negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Pemberdayaan merupakan unsur dakwah dengan metode bil hal, karena persoalan dunia tidak bisa dilepaskan dengan urusan akhirat. Karena manusia sebagai hamba yang diwajibkan untuk beribadah dengan khusyu' akan mengalami kesulitan apabila beribadah dengan keadaan 'perut lapar'. Hal ini juga dimaksudkan bahwa, agama sebagai kepercayaan yang solutif bagi segala aspek kehidupan manusia.

Dalam urusan pemberdayaan masyarakat, MPM bisa mengambil peran sebagai jembatan antara masyarakat dengan program pemerintah yang sering tidak terjangkau oleh rakyat akar rumput. Muhadjir juga berpesan kepada MPM supaya menjadi jembatan penghubung antara rakyat dan pemerintah.

"MPM bukan hanya menyantuni, tapi juga memberdayakan dalam jangka panjang. Dan MPM supaya bisa memotong mata rantai pasar yang eksploitatif terhadap rakyat. MPM juga harus menghadirkan jaringan pasar, karena pelayanan masyarakat bukan hanya soal produksi, karena hampir semua masyarakat bisa untuk produksi, tapi gagal untuk pemasaran," pungkasnya. (hmz/muhammadiyah)  

 

Baca juga:

Menristek Dorong Kampus Muhammadiyah Kembangkan Riset Bermanfaat bagi Ekonomi Masyarakat

Responsive image
Other Article
Responsive image