:
:
News
Begini Tanggapan MUI Terkait Viralnya Surat Edaran Larangan Bertamu Jelang Maghrib

gomuslim.co.id – Surat edaran tentang larangan bertamu saat waktu Maghrib sampai Isya beredar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Surat ini beredar dan ramai dibicarakan di media sosial. Surat Edaran Bupati Demak Nomor 450/1 Tahun 2020 tersebut ditandatangani oleh Bupati Demak, HM Natsir.

Merespon hal ini, Sekertaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menilai larangan itu sebenarnya sudah menjadi kebiasaan yang diterapkan para orangtua kepada anak-anaknya sejak dulu. Hanya saja, larangan tersebut belum dibuat resmi dalam peraturan tertulis.

"Pelarangan bertamu malam-malam kan sudah ada pada peraturan rumah yang dibuat orang tua kita. Karena yang kita tahu, kalua sudah masuk waktu maghrib kan biasanya sudah waktunya untuk salat, belajar, bahkan waktunya istirahat tidur. Bahkan waktu-waktu itu untuk laki-laki adalah waktu untuk salat berjamaah di masjid,” ungkap Anwar dalam keterangannya, Kamis (9/1/2020).

Anwar memberikan dukungan terhadap peraturan tersebut. Dia berpendapat kebijakan tersebut menjadi salah satu bagian untuk mengajak masyarakat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Baca juga:

Rapat Pleno MUI, Menag Ajak Ormas Islam Jaga Kedaulatan Indonesia

 

"Jadi saya melihat itu adalah bagian dari usaha Bupati untuk mengkondisikan rakyatnya agar ingat kepada Tuhan dan beribadah kepada-Nya," ucap dia.

Anwar juga menilai peraturan tersebut merupakan buah dari ijtihad Bupati Demak. Harapannya, warga tidak hanya mengejar urusan duniawi saja melainkan mampu menyeimbangkan dengan kewajiban beribadah kepada Allah SWT.

"Jadi Ini merupakan usaha dari Sang Bupati untuk membuat rakyatnya tidak hanya sejahtera secara material, tapi juga secara spiritual karena sebagai insan Pancasila," kata dia.

MUI menghormati keputusan Bupati Demak. Anwar menilai peraturan itu bertujuan positif. " Kalau itu menjadi budaya menurut saya adalah sebuah budaya yang baik dan sangat patut kita tiru dan hormati," ujar dia.

Diketahui, di dalam surat tersebut, warga diimbau tidak bertamu dan diminta mewujudkan gerakan Ayo Mengaji. Imbauan itu tertuang Surat Edaran Bupati Demak Nomor 450/1 Tahun 2020 tentang Larangan Bertamu di Waktu Menjelang Maghrib sampai dengan Isya. Surat yang diteken Bupati Demak M Natsir itu tertanggal 2 Januari 2020.

Surat edaran itu ditujukan ke forkopimda, kepala BUMN dan BUMD, pimpinan masyarakat, hingga seluruh ASN di seluruh kabupaten Demak. Aturan tersebut diterbitkan guna mendukung program " Maghrib Matikan TV, Ayo Mengaji" . (hmz/rls/foto:ilustrasi)

 

Baca juga:

MUI Gelar Rapat Pleno Bahas Perkuat Arah Baru Perjuangan Umat Islam

Responsive image
Other Article
Responsive image