:
:
News
Berbahan Limbah Daur Ulang, Abu Dhabi Bangun Mosaik Terbesar di Dunia

gomuslim.co.id - Sebuah karya seni mosaik berukuran 1.015 meter persegi (seluas dua lapangan basket) menjadi 'mosaik terbesar di dunia yang terbuat dari limbah daur ulang'. Mosaik itu terbuat dari 90.000 bahan limbah daur ulang seperti botol plastik, kaleng dan potongan-potongan kardus dari Abu Dhabi, UEA.

Masdar City, pengembangan kota berkelanjutan Abu Dhabi yang inovatif dan berkelanjutan, meraih gelar tersebut, masuk ke Guinness World Records. Karya seni mosaik yang dikembangkan selama satu bulan itu menggambarkan evolusi UEA dan menyoroti landmark tujuh emirat.

Menariknya, proyek seni ini diselesaikan oleh para karyawan, penyewa, penghuni Masdar City, serta anggota komunitas Abu Dhabi yang lebih luas dan anak-anak sekolah. Mereka bahu-membahu membuat karya unik dan hebat di dunia.

Tujuan dari mozaik yang diluncurkan menjelang Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi 2020 pada 11 Januari ini adalah untuk mendorong warga dan pengunjung UEA untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab atas dampaknya terhadap lingkungan. Ini juga sekaligus mengedukasi mereka tentang pentingnya mendaur ulang barang bekas.

Perwakilan dari Guinness World Records, Shaifali Mishra menghadiahkan Kota Masdar dengan sertifikat catatan resmi dalam upacara khusus. Acara ini dihadiri oleh eksekutif Kota Masdar dan pejabat pemerintah setempat.

 

Baca juga:

Dubai Masuk Peringkat 6 Kota Terbaik Dunia 2020 Versi Resonance Consultancy

 

"Sangat menyenangkan memiliki rekor dunia ini, mosaik terbesar yang terbuat dari bahan limbah di area keberlanjutan. Ini menggambarkan seberapa banyak kita dapat mendaur ulang limbah dan melindungi lingkungan," ujarnya seperti dilansir dari publikasi Khaleej Times, Jumat (10/01/2020).

Direktur Eksekutif Real Estat Berkelanjutan di Masdar, Yousef Baselaib, mengatakan sebagai pelopor dalam pengembangan masyarakat perkotaan berkelanjutan, Kota Masdar akan terus memimpin dalam mempromosikan praktik terbaik dalam pengelolaan limbah.

"Mosaik yang luar biasa ini membuat program keberlanjutan menjadi lebih nyata dan dapat diakses melalui media seni universal. Ini menunjukkan komitmen masyarakat UEA untuk melindungi lingkungan. Keberlanjutan mengharuskan setiap orang untuk memainkan peran mereka dan melibatkan masyarakat setempat adalah elemen penting," katanya.

Manajer Umum Trompe L'Oeil-UAE, Pierre Abboud, yang merancang karya seni mosaik, menyebut pihaknya membutuhkan waktu satu bulan untuk merakit barang-barang yang dapat didaur ulang dari botol plastik, kaleng dan kardus, untuk menjadikan ini mosaik terbesar di dunia.

“Karena ini adalah gambar, bagian yang sulit adalah menemukan warna yang tepat. Kami harus mencocokkan warna bahan untuk membuat karya seni indah," tuturnya.

Mosaik akan dipajang di Kota Masdar selama beberapa bulan dan dapat dilihat dari dek observasi kabupaten. Bahan-bahan tersebut nantinya akan dibuang dan kembali didaur ulang. (jms/khaleejtimes)

 

Baca juga:

Rumah Keluarga Abrahamic UEA Jadi Ruang untuk Sebarkan Toleransi dan Perdamaian

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store