:
:
News
Cegah Penipuan Rumah Syariah, REI Lakukan Pembinaan dan Pelatihan

gomuslim.co.id - Investasi properti dan perumahan syariah menjadi pilihan favorit para masyarakat, khususnya para investor. Hal demikian karena semakin banyaknya konsumen yang ingin hijrah dan patuh terhadap nilai-nilai agama termasuk dalam hal ekonomi.

Hanya saja, hal ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Terbaru, kasus penipuan investasi fiktif berkedok penjualan perumahan syariah Multazam Islamic Residence. Kerugian dari investasi fiktif yang dijalankan PT Cahaya Mentari Pratama ini ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.

 

Baca juga:

Rambah Pasar Syariah, SMF Siapkan Syarat KPR Berbasis Syariah


Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (REI), Totok Lusida menegaskan masalah penipuan perumahan berkedok syariah yang marak belakangan ini ada pada pengembangnya, bukan pada sistemnya.

"Sistem syariah sebenarnya sudah baik dan lebih aman tapi penerapannya banyak menyeleweng. Penyelewengannya itu bukan pada sistemnya, tapi manusianya" ujarnya baru-baru ini. 

Terkait persoalan ini, REI pun merespon dengan menunjuk Wakil Ketua Bidang Perbankan Syariah untuk lebih aktif memberikan pembinaan dan pelatihan kepada pengembang agar hal yang merugikan tidak kembali terulang.

Pembinaan juga akan dilakukan tak hanya kepada pengembang syariah, tetapi juga kepada pengembang konvensional yang baru bergabung dengan REI. “Jadi, dengan adanya satu bidang khusus, pengembang syariah yang selama ini belum jadi anggota bisa kita rangkul dan kita bina bagaimana agar sebagai pengembang melakukan transaksi sesuai aturan dan kriteria syariah,” tuturnya. 

Totok menambahkan, langkah REI selanjutnya adalah aktif mengajak pengembang syariah masuk anggota REI agar sistemnya berjalan lebih aman dan pengembang bisa lebih bertanggung jawab.

“Saat ini sudah ada beberapa (pengembang syariah) yang masuk anggota, sudah bangun juga di Kalimantan Selatan dan sudah jalan terus sampai sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum REI Bidang Perbankan Syariah, Royzani Sjahrir memberikan tips kepada konsumen agar tidak terjebak penipuan berkedok hunian syariah. Salah satunya dengan meneliti seluruh kelengkapan perizinan.

"Kemudian juga yang penting diperhatikan penguasaan tanahnya serta akadnya, apakah sudah memenuhi sistem dan kriteria syariah. Masyarakat juga jangan terlalu mudah percaya penawaran properti syariah. Harus dilihat dulu (proyek dan rekam jejak pengembang)," kata Royzani. 

Menurut Royzani, masyarakat harus teliti dalam memilih perumahan syariah dengan mengetahui terlebih dahulu rekam jejak, dan penguasaan lahan oleh pengembang. Setelah semuanya jelas dan terang, masyarakat dapat membeli properti syariah yang diinginkan.

Tak sebatas itu, setelah mengetahui ketiga hal tersebut masyarakat juga diminta mengetahui dengan jelas akad-akad syariah sebelum menandatangani transaksi jual-beli, karena berbeda dengan perumahan konvensional.

“Itu pun dilihat dulu akadnya seperti apa. Karena pada muamalah syariah, ada akad-akad yang memang menjadi pembeda dengan yang konvensional. Makanya harus diikuti,” terang Royzani.

REI sendiri saat ini sedang berupaya untuk memperkenalkan konsep muamalah syariah yang benar, dengan menggandeng lembaga terkait seperti Dewan Syariah Nasional (DSN). REI sangat membutuhkan ruang khusus dan dukungan dari Pemerintah untuk memperkenalkan sekaligus mengimplementasikan konsep muamalah syariah ini. (Mr/antara/kompas)

Baca juga:

Ini Produk Reksa Dana Syariah Baru dari Trimegah Asset Management

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store