:
:
News
Tahun 2020, Bank BJB Syariah Fokus Garap Tiga Segmen Konsumer 

gomuslim.co.id - Provinsi Jawa Barat (Jabar) berada pada peringkat pertama sebagai daerah dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di Indonesia. Satu alasan yang menjadikan sistem ekonomi berbasis syariah berpotensi besar untuk dapat tumbuh berkembang di Jabar. Bahkan, saat ini Jabar menduduki peringkat kedua secara nasional setelah Ibukota Jakarta terkait pertumbuhan pada sektor ekonomi syariah.

Direktur Bank BJB Syariah, Indra Falatehan, mengatakan pada tahun 2020 ini pihaknya akan tetap fokus pada segmen konsumer. Hal tersebut mengingat potensi pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat yang terbilang sangat besar. Pandangan tersebut didasarkan pada banyaknya penduduk Muslim di Jabar serta didukung jumlah pesantren yang banyak. 

"Potensinya besar (bagi ekonomi syariah di Jabar) karena kesadaran masyarakat untuk beragama terutama Muslim semakin besar. Itu potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan," ujarnya baru-baru ini.  

Berdasarkan data dari Kementerian Agama tahun 2019, total jumlah pesantren di Indonesia sebanyak 30.000 dan 32% di antaranya berada di Jabar. Artinya Jabar hadir sebagai daerah dengan pesantren terbanyak di Indonesia.

Terlebih, menurut data yang dihimpun Bank Indonesia menunjukkan bahwa, setiap pesantren di Jabar memiliki jumlah santri sekitar 500 orang. Kenyataan tersebut menunjukkan pesantren di Jabar dapat dijadikan sebagai lembaga ekonomi alternatif dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis syariah.

Selain itu, beberapa program Pemerintahan Provinsi Jawa Barat terfokus pada pemberdayaan pesantren, salah satu program One Product One Pesantren (OPOP) yang akan berjalan selama 5 tahun kedepan sesuai arahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Selain pesantren, pasar ekonomi syariah lain yang dapat digarap adalah pemberangkatan haji dan umrah. Mengingat, lagi-lagi Jabar hadir sebagai daerah dengan basis jemaah haji terbesar di Indonesia. Bahkan angka pemberangkatan haji serta umroh terus memperlihatkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

Meningkatnya tren haji dan umrah dipengaruhi adanya experience spending. Fenomena ini terbentuk akibat daya beli masyarakat yang semakin membaik dan meningkatnya minat beribadah serta gaya hidup.

"Pemberangkatan haji atau umrah di Jabar naik terus dari tahun ke tahun. Itu potensi besar bagi perbankan syariah untuk dapat menjadi BPS BPIH. Kami berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah dan pusat," ujar Indra.

 

Baca juga:

Bukopin Syariah Segera Buka Cabang di Banda Aceh

 

Walau perkembangan industri keuangan syariah semakin menunjukan tren peningkatan, terutama pada tahun 2019. Namun, dari sisi market share masih perlu ditingkatkan. Wajar, karena ekonomi syariah melawan sesuatu yang bergerak. Artinya jika ekonomi syariah ingin terus berkembang maka harus tumbuh lebih besar dari konvensional.

Namun, adanya kelebihan likuiditas yang dialami perbankan pada tahun 2020 diprediksi dapat meningkatkan perkembangan ekonomi syariah. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan ekonomi Indonesia.

Bank BJB Syariah sendiri mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2019. Bahkan Bank BJB Syariah berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada akhir tahun yang signifikan yakni sebesar Rp42,09 miliar (un-audited). Tren positif tersebut diharapkan dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2020.

Sementara kini, di tengah kondisi ekonomi yang diprediksi belum stabil, bjb syariah akan lebih selektif menyalurkan pembiayaan. Tujuannya agar kualitas pembiayaan dapat terjaga. Hingga November 2019, perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp5,51 triliun dengan pertumbuhan 2,22% (yoy). Sementara DPK berhasil terhimpun Rp6,16 triliun dengan pertumbuhan 17,07 persen (yoy). (Mr/ayobandung)

 

Baca juga:

Jelang Libur Akhir Tahun, BNI Syariah Siapkan Rp180,2 Miliar

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store