:
:
News
Badan OKI SMIIC Rilis Standar Pariwisata Halal

gomuslim.co.id - Lembaga Standar dan Metrologi untuk Negara-negara Islam (SMIIC) telah merilis standar untuk Layanan Pariwisata Halal. Badan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ini mengatakan bahwa standar Layanan Pariwisata Halal bertujuan untuk memastikan bahwa produk dan layanan yang disediakan bagi pelancong Muslim sesuai dengan aturan Islam.

Standar ini menetapkan pedoman dan persyaratan untuk mengelola fasilitas wisata halal, produk dan layanan untuk pelancong di tempat akomodasi, paket wisata, pemandu wisata dan layanan serta fasilitas lainnya seperti katering dan restoran.

Pedoman untuk tempat akomodasi dibagi menjadi tiga kategori untuk menangkap orang-orang dengan tingkat layanan yang berbeda dan berlaku untuk tempat-tempat di negara-negara mayoritas Muslim dan non-Muslim.

“Oleh karena itu, standar pada dasarnya mendefinisikan persyaratan mengenai masalah halal, makanan, akomodasi dan fasilitas lainnya seperti ruang sholat, tempat rekreasi dan lainnya. Dan aturan untuk operator tur dan pemandu juga merupakan bagian dari standar,” demikian pernyataan SMIIC seperti dilansir dari publikasi Salaam Gateway, Selasa (07/01/2020).

Organisasi yang berbasis di Turki ini bekerja untuk menyelaraskan standar di antara 57 negara anggota OKI dengan tidak adanya standar tunggal yang digunakan oleh semua untuk halal atau sektor lainnya.

Standar pariwisata halal tersedia di link ini.

 

Baca juga:

GMTI Prediksi 140 Juta Wisman Datang untuk Wisata Halal Indonesia pada 2020

 

Sebelumnya, SMIIC telah membentuk komite teknis baru untuk obat-obatan halal untuk mendorong proses standarisasi di sektor ini. OKI dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa Masalah Farmasi Halal-16 akan dipimpin oleh ketua Prof. Dr. Zhari Ismail untuk periode 2020-2025.

Malaysia akan mengambil tanggung jawab sekretariat sebagai pencetus proposal untuk komite teknis yang baru. Malaysia sudah memiliki standar sendiri untuk obat-obatan halal di bawah MS 2424: 2012.

TC16 akan mulai dengan 10 anggota yang berpartisipasi Iran, Malaysia, Maroko, Niger, Pakistan, Arab Saudi, Sudan, Tunisia, Turki dan Uganda. Ini juga mencakup dua anggota pengamat yakni Uni Emirat Arab dan Mesir.

SMIIIC juga telah membentuk komite teknis baru untuk kerajinan tangan, dengan sekretariat diberikan kepada Mesir sebagai pencetus proposal untuk komite tersebut. Saat ini, SMIIC memiliki 17 komite teknis, termasuk untuk makanan halal, kosmetik halal, rantai pasokan halal, dan sistem manajemen halal. (jms/salaamgateway)

 

Baca juga:

DPR Dorong Menperin Buat Regulasi Industri Produk Halal

 

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store