:
:
News
Sosialisasi Program Moderasi Beragama, Wakil Menag Berkunjung ke Saudi

gomuslim.co.id - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi melakukan kunjungan kerja ke Saudi Arabia untuk menyosialisasikan program Moderasi Beragama di lingkungan guru dan tenaga kependidikan di sekolah Indonesia Makkah (SIM), Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) dari tanggal 24-27 Desember 2019. Kegiatan tersebut mendapat sambutan yang hangat dari para siswa, guru dan tenaga kependidikan.

Kunjungan kerja Wamenag yang juga Wakil Ketua Umum MUI Pusat ini terasa istimewa, selain berdialog tentang program pendidikan keagamaan (Islam) Kementerian Agama di sekolah umum, Wamenag juga memaparkan gagasan Islam Moderat (Islam Wasathiyah) dan ancaman pemikiran gerakan radikalisme dalam beragama bagi keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Baca juga:

Kemenag Gowa Imbau Warganya untuk Gelar Zikir Akbar Saat Pergantian Tahun


Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, lanjut Zainut, menolak konsep final Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang  berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika adalah bentuk sikap radikal. Keempat pilar kebangsaan ini, tegas Wamenag, adalah kesepakatan yg dihasilkan oleh para tokoh pendiri bangsa pada saat awal pembentukan negara bangsa Indonesia yang tidak boleh dingkari dan harus menjadi fondasi hidup bersama. Karenanya, meskipun paham khilafah diakui oleh kalangan ulama sebagai ajaran Islam dan pernah ada dalam sejarah peradaban umat Islam, namun konsep tersebut tidak dapat diberlakukan di Indonesia. Hal itu karena bangsa Indonesia telah memiliki sebuah kesepakatan menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdasarkan Pancasila.

 

Baca juga:

Satgas Kemenag Sidak PPIU Daerah Makassar


Indonesia sendiri sudah memiliki konsep sebagai sebuah negara kesatuan yang berbentuk republik, maka secara otomatis konsep khilafah tertolak dengan sendirinya. "Bukan ditolak, tetapi tertolak karena bangsa Indonesia telah memiliki kesepakatan tentang bentuk negara dan dasarnya, Pancasila", tegas Zainut Tauhid. Dialog kebangsaan-keagamaan yg istimewa dan mencerahkan dari Wamenag RI, simpul salah satu guru peserta dialog. (Mr/rls)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store