:
:
News
Yogyakarta Jadi Pionir Program Manasik Haji Sepanjang Tahun

gomuslim.co.id – Inovasi terkait layanan ibadah haji terus dilakukan di sejumlah daerah. Salah satunya seperti Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY yang baru-baru ini merilis Program Manasik Haji Sepanjang Tahun.

Melalui program ini, Kemenag DIY akan memberikan pendampingan manasik kepada calon jemaah yang bertujuan memberikan bekal pengetahuan haji secara optimal. Peluncuran program ini dilakukan oleh Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi H Dasir di salah satu hotel di Yogyakarta, Kamis (26/12/2019).

“Secara terbuka saya sampaikan Yogyakarta adalah pionir program Manasik Haji Sepanjang Tahun, semoga dapat ditiru wilayah lainnya,” ujarnya.

Khorizi menilai, program ini penting karena segi ibadah bagi jemaah haji sesungguhnya adalah yang utama. “Kadang kita terlalu sibuk terkait hotel, layanan, makanan namun melupakan pentingnya segi ibadah haji bagi jamaah,” katanya.

Ia menyebut, indeks kepuasan jemaah terkait ibadah mencapai 87,77 persen. “Bagaimana dengan sisanya, ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama,” sambungnya.

Program manasik haji sepanjang tahun, kata dia, akan dapat lebih memandirikan dan meningkatkan pengetahuan bagi jemaah. “Selama ini yang telah berjalan 10 kali manasik yang dilakukan masing-masing 8 kali di KUA ditambah 2 kali tingkat kabupaten/kota. Itu tentu belum memadai,” tuturnya.

Di sisi lain, Khoirizi menyebut tantangan lain dalam penyelenggaraan haji yaitu 60 persen jemaah adalah usia lanjut. “Pembinaan kesehatan bisa dilakukan sembilan bulan jelang keberangkatan,” katanya.

 

Baca juga:

Kemenag Upayakan Peningkatan Kualitas Manasik Haji Tahun 2020

 

Ia juga mengingatkan, tahun 2020 tugas layanan haji semakin berat. “Jika kuota jemaah 250 ribu, apa kita mampu mengatur jemaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina? Nanti jemaah bisa menjadi korban karena fasilitas di sana terbatas,” sambungnya lagi.

Untuk itu, pihaknya meminta agar ada sinergi antara Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dengan Kemenag. “Sinergi ini harus berjalan dalam satu alur yang jelas. Mulai saat ini, misalnya, sudah dapat memetakan profil jemaah calon haji,” lanjut Khoirizi seraya menyebut peran serta dari Pemerintah Daerah turut menentukan keberhasilan penyelenggaraan haji.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan menjelaskan jika program manasik haji sepanjang tahun akan dilakukan tiap Jumat. “Kita namai Jumat Manasik dengan harapan mendapat berkah dari sayyidul ayyam,” terangnya.

Program ini dimulai pukul 13.30 hingga 16.30 WIB. “Target minimal 2 x 60 menit. Estimasi waktu dalam setahun adalah 40 kali atau 10 bulan, dengan peserta jemaah keberangkatan tahun berjalan ditambah masa tunggu 2 tahun. Bisa dilakukan di KUA yang kini memiliki Gedung Manasik Haji, Aula Kecamatan, Puskesmas atau tempat lainnya,” jelas Kakanwil.

Tampak hadir, Ketua Umum Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (FKAPHI) HM Affan Rangkuti, jajaran Kakankemenag Kabupaten/Kota, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan ratusan hadirin lainnya. Dalam kesempatan ini juga dilakukan pelantikan Pengurus Wilayah FKAPHI DIY masa khidmat 2019-2024 yang diketuai dr. H. Tejo Katon, S.Si, MBA, MM. (jms/kemenag/foto:ilustrasi)

 

Baca juga:

Hasil Survei Balitbang Diklat Kemenag: Indeks Kepuasan Pelayanan Haji Indonesia pada 2019 Terkategori Sangat Memuaskan

Responsive image
Other Article
Responsive image