:
:
News
Kemenag Perketat Pengawasan Umrah, Sidak Travel yang Tidak Kantongi PPIU

gomuslim.co.id – Tim Satgas Pengawasan Umrah, Kementerian Agama RI gelar Sidak (inspeksi mendadak) dengan mendatangi sejumlah kantor biro perjalanan wisata yang belum memiliki izin dalam Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau Non PPIU.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim mengungkapkan, sidak dilakukkan lintas kementerian dan Lembaga, diantaranya Kemenkumham, Bareskrim Polri, Kementerian Perdagangan, Kemenpariwisata, BPKN, Pemerintah Provinsi, dan Kanwil Kemenag Provinsi.

"Koordinasi sidak menggandeng lintas Kementerian dan Lembaga Negara pada tingkat provinsi. Hari ini dilakukan serentak di beberapa provinsi, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan," tulis Direktur Arfi Hatim pada keterangan tertulisnya,  Kamis (26/12/2019).

Ia mengungkapkan, Koordinasi dan sidak ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk melakukan deteksi dini. Diharapkan, ke depan persoalan penyelenggaraan umrah bisa diminimalisir sejak awal.

"Jadi akan kami klarifikasi dalam proses monitoring dan sidak ini ke biro perjalanan wisata Non PPIU yang diduga memberangkatkan jemaah umrah," jelas Arfi.

 

Baca juga:

Bertajuk #SaveTheirUmra, Tujuh Pengusaha Siap Umrahkan 1.000 Jemaah Korban First Travel

 

Arfi menegaskan jika terbukti ilegal tim satgas akan melarang biro perjalanan untuk menerima pendaftaran operasional penyelenggaraan umrah dan menertibkan pemasaran melalui baliho, spanduk ataupun nama travel.

"Mereka akan kami minta membuat pernyataan kesediaan untuk menghentikan pendaftaran/operasional penyelenggaraan umrah," jelasnya.

Selain ke biro perjalanan wisata, tim satgas juga melakukan pengawasan pemberangkatan umrah di bandara. Namun, sidak di bandara bersifat kondisional, melihat apakah bersamaan dengan pemberangkatan jemaah umrah atau tidak.

Sidak di bandara nantinya akan megawasi pemberangkatan jemaat, seperti memastikan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi jemaah, juga terkait penggunaan ID Card terstandar yang dicetak dari aplikasi Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) yang juga menjadi amanat regulasi.

Untuk diketahui, sidak ini merupakan kegiatan terpadu pengawasan ibadah umrah baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kegiatan ini dalam rangka penertiban penyelenggaraan umrah, perlindungan kepada jemaah, dan pengendalian kualitas kinerja PPIU. (hmz/liputan6/dbs)

 

Baca juga:

Forum Travel Partner Indonesia Gelar Rapat Penyusunan Pengurus Kabinet Kerja 2019-2020

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store