:
:
News
Pasca Konversi ke Bank Syariah, Bank NTB Alami Pertumbuhan Positif

gomuslim.co.id - Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo mengatakan setahun pasca konversi Bank NTB menjadi Bank Umum Syariah menuai hasil pertumbuhan positif. Seluruh parameter utama kinerja Bank NTB Syariah sampai dengan November 2019 menunjukan pertumbuhan yang menjanjikan.

Total Asset Bank NTB Syariah mengalami pertumbuhan sebesar 50,17 persen semula Rp 7,04 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp 10,57 triliun pada November 2019. Adanya penurunan asset pada tahun 2018, tiga bulan pasca konversi, bukan merupakan dampak dari konversi.

“Kinerja Bank NTB Syariah tidak ada korelasinya dengan konversi menjadi Bank Umum Syariah karena naik turunnya kinerja sangat ditentukan oleh strategi Manajemen di dalam merespon kondisi dan kebutuhan pasar," ucap dia.

 

Baca juga:

Bank Halal Itu Bernama Bank Syariah

 

Penurunan kinerja tahun 2018 lebih merupakan bagian dari strategi manajemen yang lebih mengutamakan rentabilitas. Terlihat dengan pencapaian laba tahun 2018 sebesar Rp 152 miliar, lebih tinggi dibandingkan laba tahun 2017 sebesar Rp147 miliar walaupun dengan Total Asset yang lebih rendah.

"Kondisi ini juga menjadi pilihan Pemegang Saham untuk menjadi komitmen bersama di masa yang akan datang terhadap pengelolaan Bank yang produktif, sehat dan kuat. Kita kita ingin menjadi besar, kuat dan berotot, bukan gemuk dan berlemak,” imbuh Kukuh.

Lebih lanjut, Kukuh menambahkan bahwa penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan sebesar 76,20 persen semula Rp 4,92 triliun menjadi Rp 8,67 triliun.Total pembiayaan tumbuh sebesar 14,16 persen semula Rp 4,87 triliun menjadi Rp 5,56 triliun. Selanjutnya Laba per November 2019 telah mencapai sebesar Rp 148,9 miliar atau 92,13 persen atas target tahun 2019 sebesar Rp 161,5 miliar.

Sedangkan, rasio keuangan utama juga menunjukan posisi yang sangat baik, tercermin dari Rasio CAR sebesar 34,46 persen, ROA sebesar 2,5 persen ROE sebesar 12,01 persen, BOPO sebesar 77,61 persen, NPF sebesar 1,40 persen, NI sebesar 5,49 persen dan FDR sebesar 64,10 persen.

Komisaris Utama Independen Bank NTB Syariah Zainal Fanani, menambahkan Dewan Komisaris sangat mendukung Direksi dan segenap insan Bank NTB Syariah untuk terus meningkatkan pencapaian kinerja dengan senantiasa meningkatkan kualitas produk dan layanan, teknologi serta sumber daya manusia.

“Setidaknya Bank NTB Syariah harus berupaya untuk menjadi Bank pilihan yang terdepan dalam kinerja dan layanan Syariah yang sesuai dengan jiwa, karakteristik dan harapan masyarakat NTB khususnya”, tambah Fanani.

Selain itu, pertumbuhan kinerja dalam perjalanan setahun konversi Bank NTB Syariah menjadi Bank Umum Syariah, salah satunya didukung oleh kehandalan dan penyebaran jaringan distribusi yang dimiliki oleh Bank NTB Syariah. (nov/dbs/republika/bankntb)

 

 

Baca juga:

Mayoritas Penduduk Muslim, Mangapa Bank Syariah Sulit Berkembang?

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store