:
:
News
Kajian Akhir Pekan Riska: Muliakan Diri dengan Memuliakan Orangtua

gomuslim.co.id - Melalui proses memuliakan orang lain terlebih dahulu bisa mendapat kemuliakan diri sendri.  Jika kita ingin mulia di hadapan Allah maka memulikanlah Allah,   apabila kita dimuliakan Rasul maka memuliakanlah Rasul, apabila kita ingin dimuliakan orang lain, maka memuliakan dulu orang lain niscaya kita akan dimuliakannya. Kecuali kalau diantara orang lain itu terdapat atau memiliki penyakit hati seperti sifat dengki.

Hal itu yang disampaikan oleh Ustad Muhammad Syukron Muchtar Lc dalam Pengajian Akhir Pekan Remaja Islam Sunda Kelapa (PARIS) pada Jumat malam, (13/11/2019) yang diselenggarakan oleh Komunitas Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA).

Ia mengatakan, Tidak ada amal yang lebih tinggi, amal yang sangat mulia, dan pahala paling agung dari diri seorang Muslim setelah ia beriman dan berjihad kecuali senantiasa memuliakan orangtuanya, dan merawatnya hingga akhir hayat.

Dengan kata lain, siapapun dari umat Islam yang tidak memuliakan orangtuanya berarti dia tidak berhak atas kemuliaan. Sebaliknya, kehinaan demi kehinaan akan selalu menghampiri perjalan hidupnya di dunia maupun akhirat.

Sebuah Hadits menyebutkan, “Sungguh hina, sungguh hina, kemudian sungguh hina, orang yang mendapatkan salah seorang atau kedua orangtuanya lanjut usia di sisinya (semasa hidupnya), namun ia (orangtuanya) tidak memasukkannya ke Surga.” (HR: Ahmad).

 

Baca juga:

Ini Tips dari Ustadz Bendri Jaisyurrahman agar Bisa Membawa Keluarga Menuju Surga

 

Sungguh kerugian besar bila ada seorang Muslim yang menjumpai orangtuanya lanjut usia tetapi tidak merawatnya dengan tangannya sendiri, lebih mementingkan dirinya sendiri, mengkhawatirkan masa depannya sendiri, dan malah justru menitipkannya ke panti jompo.na’udzubillahi min dzalik.

Menjadi mulia adalah keinginan setiap manusia, namun tidak setiap manusia mengetahui hakekat kemuliaan. Kemuliaan yang hakiki adalah mulia di sisi Allah.

Mulia di sisi Allah pasti mendatangkan keberkahan yang sebenarnya. Lalu ukuran apakah yang bisa digunakan untuk menilai seseorang mulia di sisi Allah atau tidak?

Satu-satunya ukurannya adalah ketaqwaaan. Jika seseorang sudah mencapai derajat taqwa, dia telah mulia di sisi Allah. Semakin tinggi tingkat ketaqwaannya, semakin mulia kedudukannya di sisi Allah. Sekadar ber-Islam dan beriman tanpa bertaqwa bukanlah ukuran mulia di sisi Allah. Apatah lagi harta, kedudukan, jabatan, profesi, gelar akademik dan gelar-gelar lainnya, prestasi akademik dan prestasi-prestasi lainnya, pakaian kebesaran dan pakaian-pakaian lainnya, popularitas, ketampanan atau kecantikan, dan hal-hal yang bersifat duniawi lainnya.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]:13)

Dengan berpedoman pada wahyu-Nya tersebut, manusia bisa melihat dirinya sendiri dan orang lain secara kasat mata apakah telah mencapai derajat taqwa dan seberapa tinggi tingkat ketaqwaanya.

Salah satu ciri orang-orang yang bertaqwa dalam al-Quran adalah “yuqiimuun ash-sholah” (mendirikan shalat) sebagaimana tersebut dalam dua ayat berikut ini.

“Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al-Baqarah [2]:2-3)

keuntungan apa saja yang pasti diperoleh oleh orang-orang bertaqwa? Salah satu keuntungan yang didapatkan orang bertaqwa di dunia adalah ketika ajal datang kepadanya malaikat mencabut nyawanya dalam keadaan baik. Ketika meninggal, setiap orang berbeda keadaannya, ada yang baik dan ada yang tidak baik. Baik atau tidak tergantung masing-masing individu, apakah telah mencapai derajad taqwa atau tidak.

Sahabat, Semoga kita menjadi orang yang dapat memuliakan Orangtua maupun diri sendiri. Dan Jadilah kita orang-orang yang selalu bertakwa kepada Allah SWT. Aamin yaa Robbal’alamiin. (hmz/gomuslim)

 

 

Baca juga:

Kajian Akhir Pekan Riska: Jangan Salah Pilih, Carilah Teman yang Bisa Bawa Kita ke Surga

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store